Home > Pengetahuan Islam Dasar, Renungan > Mengapa Air Liur Anjing Najis?

Mengapa Air Liur Anjing Najis?

[TANYA]

Kenapa anjing air liurnya najis? Bukankah anjing merupakan hewan yang terdekat dengan bangsa manusia, sedemikian setianya, bahkan bersedia mati untuk tuannya?”

[JAWAB]

Saya pernah mendapatkan jawaban persoalan ini dari seorang yang telah memiliki ‘dzauq’, kalbunya telah sedemikian bersih dan mendapatkan pemahaman ketika ia berdoa untuk diberi pemahaman. Ketika itu ia sedang menerangkan makna dan maksud beberapa ayat di Qur’an, dan beliau menggunakan kisah ini sebagai ilustrasi bahwa setiap hukum fiqh yang ditetapkan di Qur’an maupun Hadits senantiasa ada sebab yang melandasinya hingga ke level primordial, bukan hanya didasari alasan-alasan kesehatan, kebaikan, dan lain-lain. Sedemikian mulia dan kompleksnya Allah, demikian indahnya sehingga hal-hal sekecil apapun dalam ciptaan-Nya sebenarnya ada kaitan-kaitannya.

Boleh percaya boleh tidak, tapi bagi saya jawaban beliau cukup rasional dan masuk akal saya. Anggap saja sebagai sekedar pengetahuan.

Ini saya ceritakan kembali jawaban Beliau:

“Walaupun ini terkesan sebagai sebuah ‘dongeng’, tapi yang terjadi sebenarnya begini. Ini terjadi sebelum masa malaikat dan iblis diperintahkan untuk sujud pada Adam as yang telah dihidupkan, yang ketika itu iblis menolak untuk sujud.

Pada masa pra penciptaan Adam, Allah memerintahkan empat malaikat Muqarrabuun, yaitu Jibril, Mikail, Izrail dan Israfil, untuk mengumpulkan empat unsur fisik bahan penciptaan alam material/alam mulk (tanah, api, air dan udara) dari tempat-tempat tersuci, untuk dijadikan sebagai Adam as. Lalu Allah membentuk ‘adonan’ jasad Adam dalam posisi terlentang, masih berbentuk tanah. Pada saat ini, karena belum ditiupkan ruh kepadanya, adonan berbentuk manusia ini belum hidup. Pada masa ini, sebagaimana adam adalah ‘prototipe’ manusia, semua hewan dan tumbuhan sudah ada ‘prototipe’nya pula di surga.

Melihat adonan tanah itu, Iblis membaca rencana Allah untuk menciptakan manusia. Dia demikian cemburu, dan didatangilah adonan tanah ini, dan iblis meludah kepadanya. Ludah iblis ini jatuh pada titik di mana ada pusar kita sekarang.

Karena hal ini, maka marahlah Allah (belum sampai murka, murkaNya ketika iblis menolak untuk sujud sehingga iblis dikutuk) kepada Iblis, dan diusir-Nya iblis dari ‘wilayah surga’, dan iblis tertahan di muka gerbang surga. Lalu ia mencari akal, bagaimana untuk memasuki surga kembali, karena iblis, dalam rencananya, harus menghasut kuda.

Ia menghasut raja burung di surga pada saat itu (berbentuk seperti merak, tapi jauh lebih indah), minta diselundupkan ke dalam surga. Raja burung itu memanggil hewan terindah di surga saat itu, yaitu Ular. Ketika itu, ular masih hewan yang sangat indah dan memiliki empat kaki. Ular menyediakan mulutnya kepada iblis, dan masuklah ular kembali ke surga dengan iblis di dalam mulutnya, membawa iblis menemui kuda**.

Iblis menghasut kuda dengan mengatakan, “Jika makhluk itu (Adam) tercipta, maka hingga akhir zaman keturunannya akan menduduki punggung keturunanmu.” Kuda sangat marah mendengar hal ini, dan larilah ia ke adonan tanah Adam tadi, untuk menginjak-injaknya. Tapi pada saat kuda mendekat, Allah mengambil secuil tanah, pada bagian terkena ludah iblis tadi, dan dari tanah yang terkena ludah iblis tadi dijadikanlah seekor anjing. Anjing inilah mengusir kuda, dan ia, sesuai perintah Allah, menjaga adonan tanah Adam sampai dihidupkan-Nya.

Dari sini bisa dipahami, kenapa anjing adalah hewan yang paling setia pada manusia: karena ia tercipta dari ‘adonan tanah’ yang sama dengan Adam a.s., hanya sudah tercampur dengan ludah iblis. Ini awal mula air liur anjing menjadi diharamkan. Demikian pula, ular ‘dikutuk’ membawa mulut yang beracun, karena menyediakan mulutnya sebagai tempat iblis menyelundup. Ia pun dikutuk dengan dibuang keempat kakinya menjadi melata dan lambat, dan dihilangkan predikatnya sebagai hewan terindah di surga yang pernah diciptakan.

Sebenarnya semua aturan maupun hukum fiqh, ketika ditelusuri hingga ke awalnya, ada sebab-sebabnya primordialnya antara lain seperti kisah ini.”

—–

** (Kalau anda bertanya ‘kok Allah nggak tau iblis nyelundup masuk?’ Mungkin ‘pura-pura nggak tau‘, demi terciptanya sebuah skenario besar agar manusia timbul keinginan untuk terus mencari tahu segala sesuatu mengenai Tuhannya).

  1. Zulkifli bin Abdullah
    March 28, 2008 at 9:53 am

    Alhamdullillhah,
    Di pagi Jumaat saya mendapat sebahagian dari soalana yang menjadi lumrah bagi Muslimin sekelian.
    Bagaimana pula dengan haiwan babi ?

    Assalam-MuAlaikum.:idea:

  2. temannya mas adji..?
    March 28, 2008 at 1:05 pm

    :roll: darimana sumber cerita ini…????

  3. March 28, 2008 at 6:07 pm

    hadits qudsi, ada kok yang menjeaskan tentang ini.

  4. tanya
    September 16, 2008 at 12:13 pm

    mau tanya ada ayatnya atau hadistnya ngak kalau ada ayat apa hadis apa?

  5. QUru32K
    November 20, 2008 at 2:54 pm

    Dasar Sufi Bego Mati aja luh

  6. Harry
    December 5, 2008 at 1:14 pm

    Mas Herry,

    Mau tanya dikit, kenapa comments yang no 1805 ngga dihapus aja. Saya kalau membacanya, sama seperti kalau saya melihat hal2 yang porno, kotor atau najis. Semua juga bersumber dari Allah, tapi kalau enerjinya super negatif, ya dipinggirkan aja, ngotor2in.

    Salam,
    Harry.

  7. December 6, 2008 at 1:02 am

    Ah, tidak apa. Biar kita bisa bercermin :)

    Makasih, Harry.
    Salaam.

  8. Awan
    December 10, 2008 at 8:42 pm

    Ass… Herry, apa kabar ?
    Saya Awan, masih ingat kan ? Syukur alhamdulillah saya dikasih tau blog ini oleh istri… terus berkarya, semoga menjadi ‘amal sholeh’ yang Allah berkahi…
    Btw selamat atas kelahiran putrinya (maaf terlambat nih :smile:)…
    Perihal comment no 1805 seringkali kita hadapi dalam berbagai bentuk kejadian. Pada saat sesuatu yang terungkap seperti ‘tidak masuk akal, tidak ada dalilnya dll’ secara ‘rule of thumb’ akan dihujat…sebagai mana Galileo Galilei yang menyatakan bumi ini bulat di saat abad pertengahan… Maaf buat komentator no 1805, bukan berarti kami lebih tahu,
    tapi terkadang begitulah natur-kita…Wallahu a’lam…kami yakin Andapun berniat untuk beribadah semurni mungkin kepada Allah …
    Semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada kita sehingga hati kita selalu dibersihkan dari sayyiah dan waham…karena dengan demikian Allah akan menghidupkan dzauq dalam diri kita…

    Salam,

    Awan

  9. December 10, 2008 at 9:41 pm

    wa alaikum salaam, apa kabar nih? :D gimana di itali? Gampang gak cari makanan halal? sering dibilangin bapak tuh, awan di itali ;)

    Amiiin, semoga doanya diperkenankan Allah ya… salam untuk keluarga di sana.

  10. Awan
    December 11, 2008 at 7:07 pm

    Alhamdulillah sehat…
    Makanan halal ada di restoran Turki seperti kebab dll atau seafood di Chinese Food, sayangnya ga ada restoran Indonesia… disini serba pizza dan pasta..(ngomongin makanan jadi pengen sayur asem nih :cry:)…
    Btw keluarga saya di Indonesia… Insya Allah akhir bulan ini liburan & pulang…
    Ngomong-ngomong tentang Italy, ada hal yang mau saya sharing ke temen-temen semua. Saya sudah cukup banyak keliling ke kota-kota di Italy, memang amazing…subhanallah… karya-karya para pendahulu mereka sangat monumental apalagi dikota tempat saya tinggal (Florence), kota ini dikenal sebagai kota renaisance nya Eropa, disini tempat Leonardo daVinci, Michele Angelo, Amerigo Vespuci, Dante Alighieri, Galileo Galilei berkarya dan tokoh-tokoh lainnya.
    Hikmah yang bisa saya ambil adalah ketekunan & kegigihan mereka yang luar biasa dalam mewujudkan karyanya.
    Sebagai contoh, Menara Pisa, bangunan ini dibangun dalam periode hampir 200 tahun dari mulai peletakan batu pertama sampai finishingnya dan juga bangunan-bangunan bersejarah lainnya.
    Ok Herry makasih atas blognya, sangat berguna buat saya disini sebagai reminder,,:smile:
    Btw dalam blog ini apa dimungkinkan posting tulisan-tulisan yang relevan, kalo ya gimana caranya?

  11. May 15, 2009 at 10:05 am

    jadi hakikatnya memang anjing hewan yang baik ya? hanya karena permasalahan air liur itu. Jadi ya menurut saya tidak perlu sampai membencinya, seperti banyak orang yang lantas membenci anjing sedemikian rupa, padahal bagaimanapun kan anjing juga mahluk ciptaan Alloh. hanya mungkin perlu dihindari air liurnya.
    terima kasih infonya. sangat menambah pengetahuan..:smile:

  12. May 15, 2009 at 11:24 am

    @Awan: kirim ke saya aja dulu, Om :)

  13. Yoni
    September 17, 2009 at 1:08 pm

    Saya mau bertanya sedikit mas..

    Intinya kalau saya sebagai seorang muslim mau memelihara anjing tidak apa2 ya?

  14. Yoni
    September 17, 2009 at 1:09 pm

    Jadi, boleh memelihara anjing ga mas?

  15. September 25, 2009 at 1:03 pm

    Saya nggak bilang bahwa memelihara anjing itu nggak papa lho ;-)

    Memelihara anjing sebagai hewan peliharaan tidak disukai dalam Islam, kecuali untuk menjaga kebun atau ternak. Beberapa hadits terkait:

    Dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, “orang yang memelihara anjing, pahala kebaikannya dikurangi satu qirath setiap hari, kecuali anjing yang digunakan untuk menjaga ladang atau ternak.”

    “Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak dan anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud).” (HR. Muslim: 23 Kitab Al Masaqoh).

    Dalam hadits yang lain Nabi bersabda, ”Barangsiapa memelihara anjing terkecuali anjing pemburu dan penggembala, maka berkuranglah pahala amalan-amalannya setiap hari sebesar 2 qirath” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Rasulullah bersabda (yang artinya) : “Sesungguhnya malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing.” [Hadits sahih ditakhrij oleh Thabrani dan Imam Dhiyauddin dari Abu Umamah Radhiyallahu 'anhu. Lihat pula Shahihul Jami' No. 1962]

    Tetapi, pendapat lain mengatakan: “Kecuali malaikat hafazah, mereka tetap memasuki rumah setiap orang karena tugas mereka adalah mendampingi manusia sehingga tidak pernah berpisah sedetikpun dengan manusia. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya.

    Malaikat Hafazhah adalah malaikat yang menyertai manusia kemana pun, melindungi manusia (hanya jika Allah memerintahkannya) dan menjadi saksi atas setiap perbuatan manusia.

    Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa “sebaiknya tidak memelihara anjing di dalam rumah”. Kalau kita merindukan diterimanya ibadah, diterimanya doa-doa, tentu sedapat mungkin akan menjaga kesucian tempat-tempat di mana kita sering berada.

    Sangat sulit menjaga kesucian rumah dari air liur maupun kotoran anjing, jika kita memelihara anjing di dalam rumah. Dan ini akan mempengaruhi kesucian ibadah-ibadah kita yang dilakukan di dalam rumah.

  16. September 28, 2009 at 7:14 pm

    Sepengetahuan keawaman saya, memelihara anjing tidak apa-apa. Dan air liur anjing tidak najis. Hditz Nabi yang menyatakan, Cucilah bejanamu dengan pasir/air tujuh kali jika dijilat anjing. Hal tersebut tidak bisa dianalogikan dengan menjilat tubuh kita. Sebab bejana tersebut adalah tempat makan dan minum pada jaman Nabi, maka untuk kebersihan Nabi menyuruh mencuci namun tidak menajiskan. Sedangkan hukum najis itu adalah hukum fiqih yang dibikin setelah jaman kenabian melalui penafsiran beberapa hadist Nabi, termasuk yang saya sebutkan tadi. Sedangkan hadist yang mengatakan Sesungguhnya malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing dan patung. adalah bermakna tersirat atau mutasyabihah, yang artinya, anjing adalah pencerminan jiwa manusia yang serakah sedang patung adalah pencerminan sifat berhala, sedangkan rumah adalah hati manusia. maka artinya barang siapa yang dalam hatinya terdapat keserakahan dan sifat berhala, maka malaikat ( rahmat Alloh ) tidak akan mennghampiri atau sampai padanya. Mohon petunjuk.Salam

  17. yorga
    October 2, 2009 at 9:08 am

    Kang Herry, saya agak terganggu dengan judulnya “Mengapa Air Liur Anjing Diharamkan?” Menurut saya, lebih tepat jika judulnya adalah : “Mengapa Air Liur Anjing Najis?”
    Haram lebih merupakan larangan untuk dimanfaatkan, sedangkan najis merupakan kriteria kesucian zat.
    Tidak semua yang haram itu najis. Contoh harta hasil korupsi, maling atau judi adalah harta haram, tetapi tidak najis. dkl tidak boleh dimanfaatkan, tapi barangnya itu (mis HP,mobil, etc) tentu suci.

    Wallahua’lam

  18. October 5, 2009 at 12:00 pm

    @ Mulyanto: memang ada pendapat yang cenderung memaknai hadits tersebut dari sudut pandang batiniah (tersirat) nya saja: bahwa anjing adalah simbol hawa nafsu dan rumah adalah simbol hati. Namun saya berpendapat, hadits tersebut terkait dengan kedua-duanya: lahiriah dan batiniah.

    @Yorga: Masukan yang bagus… saya perbaiki judulnya ya.

  19. yoyo
    January 28, 2010 at 10:35 pm

    Assalamu’alaikum wr wb…. sebelumnya terima kasih untuk penulis soal ini.. apakah anda punya juga jawaban dengan metode yang sama tentang masalah lain ? seperti apakah agama yahudi dan nasrani itu ? kenapa harus diganti dengan Islam ? dan kenapa harus mengucapkan ALLAHUAKBAR hampir disetiap akan melakukan rukun Sholat ? apakah boleh diganti dengan BISMILLAH?

  20. wulan
    February 23, 2011 at 12:06 pm

    Ijin sharing ya mas Herry…. ada teman ingin tahu mengenai hal ini. Nuhun:grin::smile:

  21. nidya
    August 1, 2011 at 4:18 am

    Kalau memang pusar kita di ludahin oleh iblis, artinya kita juga haram, meskipun secuil dari adonan telah diambil dan di jadikan anjing tapi ada kemungkinan sisa ludah yang menempel di pusar Adam masih ada juga.

    dan kalau anjing terbuat dr tanah dan air liur anjing, mengapa anjing tidak jahat seperti iblis, apakah karena anjing di perintahkan oleh Allah untk menjaga prototipe Adam?? padahal Iblis saja bisa menolak perintah Allah untuk sujud kepada Manusia.

    Apakah ada tertulis didalam Ayat ALqur’an yang menyatakan bahwa air liur anjing itu haram ??

    Apakah ada penjelasan yang lebih spesifik dan tidak meragukan ? sehingga tidak menimbulkan pertanyaan atau kebingungan mengenai Air liur anjing yang haram??

    Terima Kasih,
    Nidya.

  22. guntur
    October 24, 2011 at 7:24 am

    kalau memang berhubungan dengan protitype adam, kenapa anjing tidak diharamkan di agama Yahudi & Kristen? Kebetulankah saat Islam Alloh melarangnya?

    Padahal merunut sisi medis, air liur anjing mengandung zat pembunuh kuman yang efektif (kecuali anjing tersebut terkena virus, yg bisa juga terjadi pada kucing, sapi dll).

    Ada satu dibenak saya, kenapa Nasi Muhammad mengharamkan anjing, apakah karena beliau menyukai kucing sedangkan kucing tidak akur dg anjing?

    Kenapa anjing diharamkan tetapi ada pengecualian untuk anjing penjaga/pemburu? Apa bedanya anjing rumah dg anjing pemburu dari sisi biologis dan agama?

    Anjing pemburu itu jenis apa? apa Alquran & Hadist menjabarkannya? Anjing pemburu australia, inggris dg pemburu amerika jenisnya beda. Dan semua anjing bisa dilatih menjadi pemburu karena sifat dasar anjing sendiri adalah pemakan daging, sehingga dialam bebas harus berburu dalam mencari makan.

    Saya bingung, karena saya dari kecil sudah memelihara anjing, labrador saya setia menjaga dan menemani saya hingga 14 tahun dia meninggal di pangkuan saya. Dan saya tidak melihat hal negatif dari anjing.

    Dan dimana adilnya coba, saya beramal dg menolong orang miskin (melalui yayasan sosial saya) kemudian amal saya dicoret begitu saja karena saya memelihara anjing?

    Adakah yang bisa menjelaskan? Kenapa agama lain hal2 seperti ini tidak ‘dipersulit’, mereka tidak melarang, dan dari segala sisi memang tidak ada manfaatnya untuk diharamkan.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 40 other followers

%d bloggers like this: