<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Suluk : : Hanya Sekeping Cermin…™</title>
	<atom:link href="http://suluk.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suluk.wordpress.com</link>
	<description>Penanda Langkah Sepanjang Jalan Setapak Keberserahdirian</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Dec 2011 01:15:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='suluk.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Suluk : : Hanya Sekeping Cermin…™</title>
		<link>http://suluk.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://suluk.wordpress.com/osd.xml" title="Suluk : : Hanya Sekeping Cermin…™" />
	<atom:link rel='hub' href='http://suluk.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ulasan Buku &#8220;Guru Sejati dan Muridnya&#8221;</title>
		<link>http://suluk.wordpress.com/2011/11/19/ulasan-buku-guru-sejati-dan-muridnya/</link>
		<comments>http://suluk.wordpress.com/2011/11/19/ulasan-buku-guru-sejati-dan-muridnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2011 13:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry Mardian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/11/19/ulasan-buku-guru-sejati-dan-muridnya/</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Guru Sejati dan Muridnya Karya: Bawa Muhaiyaddeen Alih bahasa: Herry Mardian &#8220;Sejengkal seorang hamba dekati Tuhannya, sehasta Tuhan akan datangi. Selangkah ia datangi, seribu langkah Ia akan berlari menjemput.&#8221; Sebuah hadits (qudsi) yang sungguh menentramkan. Dia Maha Baik. Tapi begitulah agaknya bila seorang hamba… kembali. Bila kita datang dan mengetuk, pasti Ia membukakan pintu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=221&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="padding:5px 20px 5px 0;" src="http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/guru_sejati_cover_blog1.jpg?w=145&#038;h=196" alt="guru sejati muridnya" width="145" height="196" align="left" /></p>
<p>Judul: <strong>Guru Sejati dan Muridnya </strong><br />
Karya: Bawa Muhaiyaddeen<br />
Alih bahasa: Herry Mardian</p>
<p><em>&#8220;Sejengkal seorang hamba dekati Tuhannya, sehasta Tuhan akan datangi. Selangkah ia datangi, seribu langkah Ia akan berlari menjemput.&#8221;</em></p>
<p>Sebuah hadits (qudsi) yang sungguh menentramkan. Dia Maha Baik. Tapi begitulah agaknya bila seorang hamba… kembali. Bila kita datang dan mengetuk, pasti Ia membukakan pintu. Bahkan sekerling lirikan, sejumput doa yang tulus, tak akan disia-siakan. Ia menarik, memikat, dengan segala cara. Dibuat-Nya kita betah berkumpul di sebuah pengajian, atau membaca berlama-lama tentang kebaikan, atau senang berderma diam-diam. Jika kita miskin, Ia akan cukupkan. Jika kita terlampau kaya, Ia pun akan cukupkan. <span id="more-221"></span></p>
<p>Dan karena perjalanan ini adalah sebuah perjalanan kembali, perjalanan melintasi belantara ujian dan gurun ilusi — bukan sembarang perjalanan — Ia akan menghadirkan seorang pembimbing, seorang guru. Bukan pula sembarang guru: guru yang sesungguhnya, guru sejati.</p>
<p>Buku ini adalah sebuah rekaman pengajaran seorang guru Sufi, Bawa Muhaiyaddeen, tentang Guru Sejati, tentang perjalanan kembali, tentang bagaimana berinteraksi dengan Sang Guru selama perjalanan.</p>
<p>Yang menarik dari buku ini adalah juga yang membedakannya dengan kebanyakan buku-buku sufi yang ditulis di era dahulu. Bawa berkisah dengan konteks abad ini. Ia berhadapan dengan kita yang didera hidup, yang terasing oleh bisnis dan kerja siang malam, yang mulai muak dengan istilah-istilah agama yang kering dan tak sedikit pun menyentuh rasa dahaga. Ia bercerita tentang lampu dan saklar, mobil yang memiliki klakson berbentuk seperti terompet, binatang-binatang dan sertifikat kepemilikan rumah. Ia berbicara dengan bahasa kita.</p>
<p>Dan tak seperti kebanyakan buku agama, Bawa menyebut-nyebut Tuhan… dengan sungguh intens! Hampir tak satu paragraf pun lewat tanpa menyebut nama-Nya. Ia meyakinkan kita semua tentang betapa Maha Kasih dan Sayang-Nya, tentang sosok nafsu dan api amarah, tentang 18.000 alam dan 400 trilyun 10 ribu penyakit hati, tentang lika-liku perjalanan kembali… hampir bak orang yang telah melihat semua itu dengan mata kepala. Dalil-dalil, hampir tak dibutuhkannya.</p>
<p><img style="padding:5px 0 5px 10px;" src="http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/sheikhdisciple.jpg?w=480" alt="sheikh disciple" align="right" />Buku ini diterjemahkan dengan sangat baik oleh seorang kawan; sebuah terjemahan yang luar biasa dari buku aslinya yang ditulis dalam bahasa Inggris, <em>Sheikh and Disciple.</em> Apa yang tertuang di sini hampir tanpa perantara, kita tak akan kehilangan sesenti pun nuansa keteduhan kalimat-kalimat seorang Guru Sejati. Catatan kaki berupa referensi dari Al Quran dan Hadits diimbuhkan di sana-sini, memberi pesan bahwa apa yang diutarakan bukannya tanpa dasar dan bersumber dari mata air yang sama.</p>
<p>Dan jika teman-teman, seperti saya, tersentuh bahkan di kalimat-kalimat awal buku ini yang merupakan sapaan favorit Bawa kepada para pendengarnya “Duhai, anak-anakku semua…” <em>please share your comments</em>. Salaam.</p>
<p><em>Great job,</em> Her. <em>You did it flawlessly.</em></p>
<p>(<a href="http://watung.org"><strong>Watung Arif</strong></a>, <em>currently in Morocco</em>)</p>
<p>Sumber: <a href="http://watung.org/2008/05/11/guru-sejati/">http://watung.org/2008/05/11/guru-sejati/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suluk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suluk.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suluk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suluk.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suluk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suluk.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suluk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suluk.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suluk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suluk.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suluk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suluk.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suluk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suluk.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=221&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.wordpress.com/2011/11/19/ulasan-buku-guru-sejati-dan-muridnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3cf9906407e339cec5ca56ae243d270?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suluk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/guru_sejati_cover_blog1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">guru sejati muridnya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/sheikhdisciple.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sheikh disciple</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Cinta Tak Sampai, Terlunta-lunta, Menunggu&#8221; &#8211; Yunus Emre</title>
		<link>http://suluk.wordpress.com/2011/11/10/cinta-tak-sampai-terlunta-lunta-menunggu-yunus-emre/</link>
		<comments>http://suluk.wordpress.com/2011/11/10/cinta-tak-sampai-terlunta-lunta-menunggu-yunus-emre/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 04:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry Mardian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/11/10/cinta-tak-sampai-terlunta-lunta-menunggu-yunus-emre/</guid>
		<description><![CDATA[Wahai diriku, jalan yang ditempuh para &#8216;arif billah lebih sulit terlihat bahkan dari yang paling samar. Yang menghalangi jalannya Raja Sulaiman, adalah seekor semut. [1] Siang malam air mata sang pecinta mengalir tanpa henti memerah darah merindu Sang Terkasih. &#8220;Kekasih yang cintanya tak kesampaian, terlunta-lunta kesana-kemari, menunggu cintanya berbalas,&#8221; [2] kata mereka kepadaku, dulu. Mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=220&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/yunusemreok.jpg?w=480' alt='Yunus Emre' /></p>
<blockquote><p><i>Wahai diriku,<br />
jalan yang ditempuh para </i>&#8216;arif billah<br />
<i>lebih sulit terlihat bahkan dari yang paling samar.<br />
Yang menghalangi jalannya Raja Sulaiman, adalah seekor semut. [1]</i></p>
<p><i>Siang malam air mata sang pecinta<br />
mengalir tanpa henti<br />
memerah darah<br />
merindu Sang Terkasih.</i></p>
<p><i>&#8220;Kekasih yang cintanya tak kesampaian,<br />
terlunta-lunta kesana-kemari,<br />
menunggu cintanya berbalas,&#8221; [2] kata mereka kepadaku, dulu. </i></p>
<p><span id="more-220"></span><br />
<i>Mereka benar.<br />
Memang begitulah yang pernah terjadi padaku. </i></p>
<p><i>Kucoba untuk memahami keempat kitab,<br />
hingga hadir sebuah balasan Cinta,<br />
dan semua itu ternyata cuma sebuah suku kata. [3]</i></p>
<p><i>Wahai engkau yang mengaku pecinta-Nya,<br />
meski belum pernah kau lakukan satu pun yang diharamkan-Nya,<br />
ketahuilah: satu-satunya saat ketika kau tak berdosa<br />
adalah ketika engkau sedang berada dalam genggaman kedua tangan-Nya. [4]</i></p>
<p><i>Dua orang saling bicara. &#8220;Andai saja<br />
aku bisa bertemu dengan Yunus itu,&#8221; kata yang satu.<br />
&#8220;Aku pernah bertemu dengannya,&#8221; kata yang lain.<br />
&#8220;Ia cuma seorang tua yang cintanya tak kesampaian.&#8221;</i></p></blockquote>
<p>Yunus Emre (1238 &#8211; 1320).<br />
Terjemahan Interpretatif Bahasa Indonesia oleh Herry Mardian. </p>
<p>Teks bahasa Inggris: <a href="http://www.poetry-chaikhana.com/E/EmreYunus/loverisoutca.htm">The lover is outcast and idle</a></p>
<p>: :</p>
<p>Keterangan:</p>
<p><b>[1]</b> Q. S. An-Naml : 18 &#8211; 19, <i>“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut. “Hai semut-semut, masuklah kedalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”</i> </p>
<p><i>Maka dia tersenyum dan tertawa karena perkataan semut itu. Dan dia berdo’a: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada kedua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku, dengan rahmat-Mu, ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.”</i></p>
<p><b>[2]</b> Seorang yang merindukan Allah, di manapun ia berada akan mencari-cari tanda-tanda-Nya, jejak-jejak-Nya. Di manapun ia berada, pada dasarnya ia selalu dalam penantian menunggu &#8216;kehadiran&#8217; Allah kepada dirinya. Ia selalu menanti saat-saat Allah berkenan membuka hijab-Nya.</p>
<p><b>[3]</b> &#8216;Sebuah suku kata&#8217;, mungkin Yunus Emre memaksudkannya pada <i>&#8216;Al&#8217;</i> dalam lafaz &#8216;Allah&#8217;. <i>‘Al’</i> dalam bahasa Arab bermakna kata ganti tertentu, maknanya sama seperti <i>‘The’</i> dalam bahasa Inggris. Maknanya, katakanlah, &#8216;Sang&#8217; atau ’sesuatu’, tentang &#8216;Dia&#8217; atau <i>&#8216;Hu&#8217;</i>. (Alif-lam-lam-hu). Segala sesuatu pada dasarnya berbicara tentang Allah dan mengungkapkan sesuatu tentang Allah. </p>
<p>Baca juga <a href="http://suluk.blogsome.com/2006/02/08/memahami-nama-dia-yang-tak-bernama/"><b>&#8220;Memahami Nama &#8216;Dia&#8217; yang Tak Bernama&#8221; (Herry Mardian)</b></a> </p>
<p><b>[4]</b> &#8216;Seseorang berada dalam genggaman dua tangan Allah&#8217;, bermakna telah sepenuhnya mengikuti dan tunduk dengan sepenuh hati pada kehendak Allah atas dirinya, baik yang tampak &#8216;baik&#8217; (tangan &#8216;kanan&#8217;, <i>jamal</i>) maupun yang tampak &#8216;buruk&#8217; (tangan &#8216;kiri&#8217;, <i>jalal</i>). </p>
<p>Maknanya, ketika seseorang telah sepenuhnya selaras dengan kehendak Allah ta&#8217;ala, ketika ia tidak lagi memiliki kehendak diri (hawa nafsu), barulah ia sama sekali terbebas dari dosa. Makna &#8216;dosa&#8217;, pada dasarnya adalah &#8216;segala sesuatu yang tidak disukai Allah ta&#8217;ala pada diri seseorang.&#8217; </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suluk.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suluk.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suluk.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suluk.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suluk.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suluk.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suluk.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suluk.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suluk.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suluk.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suluk.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suluk.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suluk.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suluk.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=220&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.wordpress.com/2011/11/10/cinta-tak-sampai-terlunta-lunta-menunggu-yunus-emre/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3cf9906407e339cec5ca56ae243d270?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suluk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/yunusemreok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yunus Emre</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibadah dan Khalwah</title>
		<link>http://suluk.wordpress.com/2011/10/27/ibadah-dan-khalwah/</link>
		<comments>http://suluk.wordpress.com/2011/10/27/ibadah-dan-khalwah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 04:11:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry Mardian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan Islam Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/10/27/ibadah-dan-khalwah/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Khalwah (menyendiri bersama Allah) dan ibadah saling berdampingan. Jika salah satu tiada, maka yang lainnya tiada pula.&#8221; &#8211; Imam An-Nifari. Jadi, meski seseorang sedang melakukan ibadah, namun sesungguhnya bukan ibadah jika dalam melakukannya hati tidak sedang bersama Allah. Sebaliknya, jika secara perilaku mungkin tampak tidak sedang melakukan ibadah, atau sedang bersama orang banyak, namun ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=219&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Khalwah (menyendiri bersama Allah) dan ibadah saling berdampingan. Jika salah satu tiada, maka yang lainnya tiada pula.&#8221; &#8211; Imam An-Nifari.</p></blockquote>
<p>Jadi, meski seseorang sedang melakukan ibadah, namun sesungguhnya bukan ibadah jika dalam  melakukannya hati tidak sedang bersama Allah.</p>
<p>Sebaliknya, jika secara perilaku mungkin tampak tidak sedang melakukan ibadah, atau sedang bersama orang banyak, namun ketika itu hatinya sedang bersama Allah, itu adalah ibadah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suluk.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suluk.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suluk.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suluk.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suluk.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suluk.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suluk.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suluk.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suluk.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suluk.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suluk.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suluk.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suluk.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suluk.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=219&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.wordpress.com/2011/10/27/ibadah-dan-khalwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3cf9906407e339cec5ca56ae243d270?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suluk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dare Not To Say</title>
		<link>http://suluk.wordpress.com/2011/09/28/dare-not-to-say/</link>
		<comments>http://suluk.wordpress.com/2011/09/28/dare-not-to-say/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 03:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry Mardian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/09/28/dare-not-to-say/</guid>
		<description><![CDATA[Dare not to say, &#8220;I am safe&#8221; for every step you take, could be your very mistake every name could easily be the enemy you hate each and every fortune can surely push you down the grave While living and dying has lost their meaning and your dying self must live among the living with [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=218&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<img src='http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/worship3.jpg?w=480' alt='prayer' /></p>
<blockquote><p>Dare not to say, &#8220;I am safe&#8221;<br />
    for every step you take, could be your very mistake<br />
    every name could easily be the enemy you hate<br />
    each and every fortune can surely push you down the grave</p>
<p>    While living and dying has lost their meaning<br />
    and your dying self must live among the living<br />
    with every hour is your own stone or flower striking<br />
    fear and hope become the names of your wing</p></blockquote>
<p> Herry Mardian, 28092011, 09.50 AM.</p>
<p><span class="add"> Gambar: &#8220;Child Praying&#8221;, taken from <a href="http://s231.photobucket.com/albums/ee86/RyanHausAlbum/?action=view&amp;current=worship.jpg">Ryan Haus Album</a></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suluk.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suluk.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suluk.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suluk.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suluk.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suluk.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suluk.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suluk.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suluk.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suluk.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suluk.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suluk.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suluk.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suluk.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=218&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.wordpress.com/2011/09/28/dare-not-to-say/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3cf9906407e339cec5ca56ae243d270?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suluk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/worship3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">prayer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lailatul Qadr</title>
		<link>http://suluk.wordpress.com/2011/09/06/lailatul-qadr/</link>
		<comments>http://suluk.wordpress.com/2011/09/06/lailatul-qadr/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 05:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry Mardian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan Islam Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/09/06/lailatul-qadr/</guid>
		<description><![CDATA[: : Assalaamu alaikum, Apakah Lailatul Qadr itu turunnya bersamaan untuk semua orang? Ataukah merupakan pencapaian spiritual puncak dalam Ramadhan sehingga tidak turun bersamaan untuk semua orang, mungkinkah malam ini adalah malam puncak rasa peng-a&#8217;bud-an? Jika seorang manusia sanggup berpuasa secara total seperti yang dicontohkan Rasulullah, tentunya dengan ijin Allah pula Ia akan bertemu pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=217&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/p4231.jpg?w=480' alt='Al-Qadr' /></p>
<p>: :</p>
<p><i>Assalaamu alaikum,</i></p>
<p>Apakah <i>Lailatul Qadr</i> itu turunnya bersamaan untuk semua orang? Ataukah merupakan pencapaian spiritual puncak dalam Ramadhan sehingga tidak turun bersamaan untuk semua orang, mungkinkah malam ini adalah malam puncak rasa peng-<i>a&#8217;bud</i>-an? </p>
<p>Jika seorang manusia sanggup berpuasa secara total seperti yang dicontohkan Rasulullah, tentunya dengan ijin Allah pula Ia akan bertemu pada masa ini pada masa akhir bulan penyucian. Pikiran ini mengganggu saya dan saya sudah cari-cari referensi namun belum Allah ijinkan untuk menemukan referensi yang bisa menjawab. </p>
<p>Terima kasih sebelumnya.</p>
<p>W</p>
<p><span id="more-217"></span><br />
: : </p>
<p>[JAWAB]</p>
<p><i>Wa alaikum salaam wr wb, </i></p>
<p>Tentang malam LQ, saya nggak tau banyak juga. Masih misteri buat saya.</p>
<p>Sesuai namanya, <i>&#8216;Lailatul Qadr&#8217;</i>, artinya kurang lebih &#8216;malam kadar&#8217;. Bukan malam penetapan kadar/takdir setahun kedepan (ini <i>nisyfu sya&#8217;ban</i>), tapi malam di mana Allah mengkonfirmasi kadar pengenalan diri Muhammad SAW. Allah me-&#8217;legalisir&#8217; (men-sertifikasi? mem-formalkan?) pengenalan diri Muhammad SAW dengan mengutus malaikat Jibril kepada beliau SAW, yang mengatakan bahwa dia adalah (diciptakan sebagai) utusan Allah, menjadi Rasul tertinggi untuk alam semesta; dan sekaligus dianugerahi perangkat untuk menjalankan tugasnya: Al-Qur&#8217;an. Di malam itu, Rasulullah menerima konfirmasi dari Allah ta&#8217;ala. Ia tidak cuma berwaham, atau menduga-duga &#8216;sepertinya&#8217; saya dapet LQ, atau, &#8216;sepertinya&#8217; saya  nabi.</p>
<p>Jika diterjemahkan jadi bahasa Indonesia, &#8216;malam kadar&#8217; terdengar susah dipahami. Kalau jadi <i>&#8216;Night of Values&#8217;</i>, atau <i>&#8216;Night of Measures&#8217;</i>, <i>&#8216;Night of Decree&#8217;</i>, mungkin lebih terbayang arahnya ke mana. Buat saya, malam itu adalah malam di mana seseorang di-konfirmasi oleh Allah sejauh mana kadar dirinya, kemampuan-kemampuannya yang sesungguhnya, sejauh apa, dan untuk apa saja semua kemampuannya itu. Yah, malam mengenal diri. Buat kita, rasanya terjemahan yang tepat adalah <i>&#8220;Malam Pemahaman Kadar Diri&#8221;.</i></p>
<p>Ambil contoh kasus lain. Malam kadar ini, jika pada Nabi Musa, misalnya, sebenarnya sama dengan malam ketika Beliau melihat pohon Api, dan di malam itu Allah berbicara kepadanya, &#8220;Mendekatlah, Musa. Lepas alas kakimu. Akulah Allah, <i>Rabb</i> semesta Alam. Dan engkau adalah nabi bagi Bani Israil&#8230; lemparkan tongkatmu,&#8221; lalu tongkatnya menjadi ular, tangannya berwarna putih, dan seterusnya.</p>
<p>Ibarat orang belajar jadi pilot, seseorang diberi ijazah di malam itu: minatnya ke bidang pilot-memilot adalah benar, belajarnya benar, ketertarikannya pada pesawat benar, kenapa sejak kecil ia tertarik pesawat, dan kini layak menyandang profesi dan menyebut diri sebagai seorang pilot. Jibril as sendiri yang membawakan dan menyerahkan ijazah sekaligus surat tugas, lengkap dengan segala <i>tools</i>-nya. Setelah itu, yang bersangkutan tinggal praktek dan menjalankan tugasnya (amal solehnya), sepenuhnya di bawah komando (bimbingan) <i>tower</i> Allah ta&#8217;ala. Ini sebuah babak baru lagi. Hidupnya yang sejati baru mulai.</p>
<p>Nah, yang terjadi pada Rasulullah adalah, <i>let&#8217;s say</i>, di malam 27 Ramadhan (atau 17 Ramadhan, yang diyakini umumnya orang Indonesia. Riwayatnya sendiri mengenai tanggal, belum bisa dipastikan tanggal berapa di bulan Ramadhan. Banyak ulama yang juga meyakini bahwa turunnya Qur&#8217;an adalah malam 27 Ramadhan). Apakah setiap manusia yang ingin mengenal diri, akan juga menerima konfirmasi &#8216;kelulusannya&#8217; di malam 27 Ramadhan? Tidak, kalau menurut saya. Bahkan tidak juga di 10 malam terakhir Ramadhan.</p>
<p>Tapi di sisi lain, bukan berarti di malam-malam ganjil itu buat kita tidak ada apa-apa sama sekali. Haditsnya jelas, kan.</p>
<p>Saya percaya, Rasulullah Muhammad, sebagai &#8216;gambaran&#8217; Allah, citra Allah termirip (perhatikan: &#8216;citra&#8217; Allah, bukan zat Allah) yang bisa dikenali indra fisik manusia, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Beliau adalah realitas yang sekaligus berfungsi sebagai simbol. Rasulullah SAW, ibaratnya, adalah gambaran citra Allah yang &#8216;direduksi&#8217; <i>(pardon the language)</i> ke dalam bentuk yang paling sederhana, namun dalam kompleksitas kadar-kadarnya yang masih sesuai perbandingannya. Demikian pula, malam LQ beliau di tanggal 27 Ramadhan adalah simbol sesuatu.</p>
<p>Yang saya percaya, di malam-malam Ramadhan, terutama 10 malam terakhir, Allah memberi banyak sekali kemudahan yang amat sangat, membuka banyak sekali pintu, bagi orang-orang yang ingin mengenal Allah, mendekat pada-Nya, mengenal kadar dirinya, berbeda jumlahnya dan kemudahannya dari hari-hari biasa (misal: setan-setan &#8216;diikat&#8217;, mereka tidak bisa mempersulit di bulan ini)</p>
<p>Apakah malam LQ serentak bagi semua orang, atau berbeda-beda? Yang serentak umum untuk semua orang ada, yang khusus per individu pun ada.</p>
<p>Yang umum, ibarat di malam itu Allah membuka semua pintu spiritual ke langit selebar-lebarnya untuk semua orang, silahkan siapapun yang ingin memanfaatkan momen ini. Ini ibaratnya, ketika semua tangga naik dibuka. Jika ada seorang suci di akhir bulan Ramadhan mengatakan, misalnya, &#8220;anak-anakku, malam ini malam LQ. Bangunlah, dan beribadah,&#8221; maka maksud malam LQ-nya adalah malam yang pintu-pintu naik dibuka semuanya ini.</p>
<p>Nah, yang khusus, yang orang per orang, tidak selalu di malam ganjil. Bahkan tidak selalu di bulan Ramadhan. Ibnu &#8216;Arabi pernah mengatakan hal yang aneh dan dianggap orang awam bertentangan dengan hadits, salah satu alasan orang menyesatkan beliau. Ia mengatakan, &#8216;beberapa kali aku menyaksikan malam <i>Lailatul Qadar</i> ada di luar bulan Ramadhan&#8217;. Nah, agaknya yang beliau maksud adalah yang khusus ini. Yang khusus ini adalah ibarat ada tangga dari langit turun khusus ke diri kita.</p>
<p>Pada Rasulullah Muhammad, karena beliau sosok yang jadi <i>standard measure</i>, dua jenis LQ ini (naik dan turun) agaknya terjadi di malam yang sama, sekaligus. <i>Match. Perfect</i>.</p>
<p>Yang terjadi di kita pada umumnya, adalah sistem SKS. Di hari-hari lain kita relatif tidak ingat Allah, namun kita begadang tidak tidur pada malam ganjil, berharap dapat pahala sebanyak-banyaknya. Dan, di akhir Ramadhan, jangankan tentang kadar alam semesta. Pemahaman kita tentang kadar diri kita sendiri saja tidak bertambah sejengkal pun, meski nama malam itu adalah malam <i>&#8216;Qadar&#8217;</i>.</p>
<p>Yang terjadi, di malam-malam ganjil Ramadhan kita malah memperhatikan bintang di langit, atau suara-suara serangga di malam hari, atau suhu udara. Jika malamnya sejuk, sunyi senyap, atau langit penuh bintang, di keesokan paginya di status-status Facebook tertulis, &#8220;Horeeeeee&#8230;. dapaaat! Yakin banget semalem!&#8221; dan sejenisnya  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ada alasan di balik hadits <i>&#8216;Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, Sya&#8217;ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan ummatku&#8217;</i>, dan kenapa ketiga bulan tersebut pahalanya besar-besar sekali. Menurut saya, didampingkannya ketiga bulan itu adalah isyarat bahwa sesungguhnya tiga bulan itu adalah satu rangkaian. </p>
<p>Seharusnya, setelat-telatnya, kita mulai start di malam pertama bulan Rajab. Sepuluh malam terakhir Ramadhan sesungguhnya adalah puncak dari rangkaian pengkhususan kita menghadapkan diri pada Allah selama tiga bulan itu. Wajar dan sangat logis kalau orang yang melakukannya akan mendapatkan sesuatu.</p>
<p>Ibarat kuliah, mahasiswa yang sudah mulai mencicil membaca <i>textbook</i> di awal semester, meski sedikit-sedikit, di ujian akhir dia hanya perlu belajar sedikit saja, sekedar <i>enhancing memory</i>. Seorang mahasiswa tentu tidak akan bisa berharap banyak jika dia baru mulai membuka-buka semua <i>textbook</i> semalam sebelum ujian, kan?</p>
<p>Seorang <i>shiddiqin</i> yang saya tahu bahkan menasehati lebih keras lagi, &#8220;Kalau ingin dapat <i>lailatul qadar</i>, mulailah start sejak bulan Syawal. Kalau ingin dapat yang khusus, ibadahnya pun harus khusus. Kalau biasa-biasa, dapatnya pun yang biasa-biasa juga.&#8221; </p>
<p>Jadi, kalau pengalaman beliau, setelah lebaran, kita langsung set mental dan ritual untuk mengejar LQ di Ramadhan tahun depan, dengan ibadah-ibadah khusus yang kalau kita mungkin hanya melakukannya di hari-hari terakhir bulan Ramadhan.</p>
<p>Itu sekedar yang saya pahami, mas. Semoga menjawab, ya. Kita saling mendoakan saja agar semakin mengenal kadar diri di Ramadhan yang akan datang, dan dibimbing serta dimudahkan Allah untuk mencapainya ya. Saya juga ingin dapat kesempurnaan <i>Lailatur Qadar</i>.</p>
<p>Salaam,</p>
<p>Herry Mardian.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suluk.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suluk.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suluk.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suluk.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suluk.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suluk.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suluk.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suluk.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suluk.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suluk.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suluk.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suluk.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suluk.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suluk.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=217&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.wordpress.com/2011/09/06/lailatul-qadr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3cf9906407e339cec5ca56ae243d270?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suluk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/p4231.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Al-Qadr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Di Balik Tirai Dirimu&#8221; &#8211; Mahmud Shabistari</title>
		<link>http://suluk.wordpress.com/2011/05/26/di-balik-tirai-dirimu-mahmud-shabistari/</link>
		<comments>http://suluk.wordpress.com/2011/05/26/di-balik-tirai-dirimu-mahmud-shabistari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 06:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry Mardian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/05/26/di-balik-tirai-dirimu-mahmud-shabistari/</guid>
		<description><![CDATA[Shadr-mu, kosongkan. Layakkan ia bagi kediaman Yang Tercinta Saat dirimu tak lagi tinggal di sana, Dia &#8216;kan datang Lalu di balik diri mu: tirai yang menutupi engkau dari-Nya, di dalamnyalah keindahan-Nya akan Dia tampilkan. Mahmud Syabistari Terjemahan oleh Herry Mardian. Catatan: Shadr adalah ruang spiritual dalam level jiwa, tempat Qalb berada. Jamak: Shudur. Contoh: Shudurinnnaas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=216&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/shabistar_sm.gif?w=480" alt="Mahmud Shabistari" /></p>
<blockquote><p><em>Shadr</em>-mu, kosongkan.<br />
Layakkan ia bagi kediaman Yang Tercinta<br />
Saat dirimu tak lagi tinggal di sana, Dia &#8216;kan datang<br />
Lalu di balik <em>diri</em> mu: tirai yang menutupi engkau dari-Nya,<br />
di dalamnyalah keindahan-Nya akan Dia tampilkan.</p></blockquote>
<p><strong>Mahmud Syabistari</strong><br />
Terjemahan oleh Herry Mardian.<br />
<span id="more-216"></span><br />
Catatan:</p>
<p><strong>Shadr</strong> adalah ruang spiritual dalam level jiwa, tempat <em>Qalb</em> berada. Jamak: <em>Shudur</em>. Contoh: <em>Shudurinnnaas</em> (shadr-shadr manusia).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suluk.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suluk.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suluk.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suluk.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suluk.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suluk.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suluk.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suluk.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suluk.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suluk.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suluk.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suluk.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suluk.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suluk.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=216&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.wordpress.com/2011/05/26/di-balik-tirai-dirimu-mahmud-shabistari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3cf9906407e339cec5ca56ae243d270?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suluk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/shabistar_sm.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Mahmud Shabistari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalam Diri Ini &#8211; Yunus Emre</title>
		<link>http://suluk.wordpress.com/2011/05/12/dalam-diri-ini-yunus-emre/</link>
		<comments>http://suluk.wordpress.com/2011/05/12/dalam-diri-ini-yunus-emre/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 03:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry Mardian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/05/12/dalam-jasad-ini-yunus-emre/</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa sengaja, kami temukan tempat pencerahan jiwa kami menyaksikannya: jasad Langit demi langit yang berpusar, lapisan-lapisan bumi yang tergelar, kami menemukannya dalam jasad ini. Putaran malam dan siang, planet serta gemintang kata-kata suci yang ditorehkan dalam keping-keping lempung, gunung yang didaki Musa, serta tempat-tempat pemujaan kami menemukannya dalam jasad ini. Taurat, Mazmur, Injil dan Al-Qur&#8217;an [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=214&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/yunusemre1.jpg?w=480' alt='Yunus Emre' /></p>
<blockquote><p>Tanpa sengaja, kami temukan tempat pencerahan jiwa<br />
kami menyaksikannya: jasad</p>
<p>Langit demi langit yang berpusar,<br />
lapisan-lapisan bumi yang tergelar,<br />
kami menemukannya dalam jasad ini.</p></blockquote>
<p> <span id="more-214"></span></p>
<blockquote><p>Putaran malam dan siang, planet serta gemintang<br />
kata-kata suci yang ditorehkan dalam keping-keping lempung,<br />
gunung yang didaki Musa, serta tempat-tempat pemujaan<br />
kami menemukannya dalam jasad ini.</p>
<p>Taurat, Mazmur, Injil dan Al-Qur&#8217;an<br />
semua yang tertulis dalam kitab-kitab itu,<br />
kami menemukannya ada dalam jasad ini.</p>
<p>Semua berkata, kata-kata Yunus adalah <i>haqq</i><br />
Di mana pun kau inginkan, di sana ada <i>Al-Haqq</i><br />
Dan kami pun menemukannya: </p>
<p>dalam diri ini.</p>
<p>::</p>
<p>Yunus Emre (1240–1321)</p></blockquote>
<p>Diterjemahkan oleh Herry Mardian.<br />
<span class="add">Thanks to Alfathri Adlin for providing the material</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suluk.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suluk.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suluk.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suluk.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suluk.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suluk.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suluk.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suluk.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suluk.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suluk.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suluk.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suluk.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suluk.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suluk.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=214&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.wordpress.com/2011/05/12/dalam-diri-ini-yunus-emre/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3cf9906407e339cec5ca56ae243d270?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suluk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.files.wordpress.com/2011/11/yunusemre1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yunus Emre</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumi: Setelah Pahat-pahat Itu Selesai Menatahmu, Mi&#8217;raj lah.</title>
		<link>http://suluk.wordpress.com/2011/05/02/rumi-setelah-pahat-pahat-itu-selesai-menatahmu-miraj-lah/</link>
		<comments>http://suluk.wordpress.com/2011/05/02/rumi-setelah-pahat-pahat-itu-selesai-menatahmu-miraj-lah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 08:37:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry Mardian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/05/02/rumi-setelah-pahat-pahat-itu-selesai-menatahmu-miraj-lah/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah panggilan setiap saat berkumandang dari langit: “Dan sungguh, Kami benar-benar meluaskannya.” (*1) Yang mendengarnya setiap saat, namun bukan dengan telinga? “Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang mengabdi, yang bertahmid, yang berjalan (karena Allah), yang ruku’, yang sujud.” (*2) Carilah tangga “dari Allah, pemilik Al-Ma’arij (tempat mi’raj) ” (*3), lalu naiklah! Tangga yang “Al-Malaa’ikat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=213&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Sebuah panggilan setiap saat berkumandang dari langit:  “Dan sungguh, Kami benar-benar meluaskannya.”  (*1) </p>
<p>Yang mendengarnya setiap saat, namun bukan dengan telinga?  “Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang mengabdi, yang bertahmid, yang berjalan (karena Allah), yang ruku’, yang sujud.”  (*2) </p>
<p>Carilah tangga  “dari Allah, pemilik Al-Ma’arij  (tempat mi’raj) ” (*3), lalu naiklah! Tangga yang  “Al-Malaa’ikat dan Ar-Ruuh naik (kepada-Nya) dalam satu hari. ” (*4) </p>
<p>Siapakah yang sanggup, dari bahan khayalanmu,  mampu membuat nyata tangga ke langit itu?</p>
<p>Tangan  “Kepada Kami segala sesuatu akan kembali.”  -lah yang membuat mereka mi’raj. (*5) </p></blockquote>
<p><span id="more-213"></span></p>
<blockquote><p>Ketika pahat sabar dan syukur telah selesai menatahmu , mi&#8217;raj-lah,<br />
dan ucapkan,  “dan itu tak akan diperoleh, kecuali oleh Ash-Shaabiruun.” (*6) </p>
<p>Saksikan, siapa sesungguhnya yang memegang pahat-pahat itu. Lalu pasrahkan dirimu dengan gembira!</p>
<p>Jangan kau lawan pahat itu, seperti tali para penyihir Fir’aun (yang menjadi ular), ingatlah nasib mereka yang mengatakan,  “dengan kuasa Fir’aun,  sungguh kami benar-benar akan menang.”  (*7) </p>
<p>Majulah beberapa langkah lagi, maka kau akan menjadi  “Ashabul Yamin (golongan kanan)”  (*8) </p>
<p>Dan jika kau telah sampai pada batas tertinggimu, engkau adalah  “As-Saabiquunas-Saabiquun (yang paling utama dari golongan yang utama) ” (*9) </p>
<p>Jika engkau berasal dari tempat para kekasih-Nya di langit, maka datanglah! </p>
<p>Dan masuklah ke dalam shaf  “Sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf”  (*10) </p>
<p>Jika engkau miskin, tabuhlah genderang  “Kemiskinan adalah jubahku”  (*11) </p>
<p>Jika engkau seorang faqih, jagalah agar engkau tidak termasuk kedalam  “mereka adalah kaum yang la-yafqihuun (tidak memahami)”  (*12) </p>
<p>Jika engkau telah menjadi nun yang bertekuk lutut seperti qalam yang bersujud, Maka engkau termasuk ke dalam  “apa yang mereka tulis”  dalam  “Nun, demi qalam dan apa yang mereka tulis.”  (*13) </p>
<p>Jadilah mata yang melihat dalam  “kelak kamu akan melihat” , kepada mereka yang ada dalam  “mereka pun akan melihat.”  (*14) </p>
<p>Bahkan jika engkau  “bersikap lunak”  bagai penjilat, namun apa artinya itu bagi  “mereka yang bersikap lunak (pula kepadamu)?”  (*15) </p>
<p>Hunjamkan akarmu kuat-kuat, seperti pohon  Sidrah  yang   “tiada keraguan di dalamnya.”  (*16) </p>
<p>Jagalah dedaunan dan batangmu dari goyah karena tiupan nafas  “yang kami tunggu-tunggu hingga kecelakaan menimpanya.”  (*17) </p>
<p>Lihatlah kebun yang menjadi arang dalam  “malapetaka (yang datang) dari Rabb-mu” , tipu dayanya menghanguskan kebun mereka  “ketika mereka sedang tidur.”  (*18) </p></blockquote>
<p>Dikutip dari Rumi, dalam Nargis Virani: <i>“I am the Nightingale of the Merciful”: Rumi&#8217;s Use of the Qur’an and Hadith.</i> Terjemahan dan catatan oleh Herry Mardian.</p>
<p><b>Catatan</b></p>
<p>(*1) Q. S.[ 51] : 47<br />
(*2) Q. S. [9] : 112<br />
(*3) Q. S. [70] : 3<br />
(*4) Q. S. [70] : 4<br />
(*5) Q. S. [21] : 93<br />
(*6) Q. S. 28 : 80<br />
(*7) Q. S. [26] : 44<br />
(*8) Q. S. [56] : 27.<br />
(*9) Q. S. [56] : 10<br />
(*10) Q. S. [37] : 165<br />
(*11) (Al-Hadits)<br />
(*12) Q. S. [8] : 65<br />
(*13) Q. S. 68 : 1<br />
(*14) Q. S. [68] : 5, “Maka kelak kamu akan melihat, dan mereka pun akan melihat.”<br />
(*15) Q. S. [68] : 9 “Maka mereka ingin agar kamu bersikap lunak, lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).”<br />
(*16) Q. S. [2] : 2<br />
(*17) Q. S. [52] : 30<br />
(*18)  Q. S. [68] : 19</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suluk.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suluk.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suluk.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suluk.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suluk.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suluk.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suluk.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suluk.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suluk.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suluk.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suluk.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suluk.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suluk.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suluk.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=213&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.wordpress.com/2011/05/02/rumi-setelah-pahat-pahat-itu-selesai-menatahmu-miraj-lah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3cf9906407e339cec5ca56ae243d270?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suluk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembahasan Singkat Q. S. [2] : 155 &#8211; 157</title>
		<link>http://suluk.wordpress.com/2011/04/27/pembahasan-singkat-qs-2-155-157/</link>
		<comments>http://suluk.wordpress.com/2011/04/27/pembahasan-singkat-qs-2-155-157/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 05:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry Mardian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/04/27/pembahasan-singkat-qs-2-155-157/</guid>
		<description><![CDATA[Design Concept, Camera, Editing, Audio Mixing and Mastering: Bambang Setyadi M. Narator: Ust. Kuswandani Muhammad Yahdin. Music: Nodame Cantabile OST, &#8220;Ode to Joy&#8221;. Produksi Driya Netra Audiovisual.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=212&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='450' height='283' src='http://www.youtube.com/embed/-Uco2--CMHg?version=3&amp;rel=0&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><span class="add"><br />
Design Concept, Camera, Editing, Audio Mixing and Mastering: <b>Bambang Setyadi M.</b><br />
Narator: <b>Ust. Kuswandani Muhammad Yahdin.</b><br />
Music: <b>Nodame Cantabile OST, &#8220;Ode to Joy&#8221;.</b><br />
Produksi <b>Driya Netra Audiovisual.</b></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suluk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suluk.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suluk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suluk.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suluk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suluk.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suluk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suluk.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suluk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suluk.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suluk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suluk.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suluk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suluk.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=212&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.wordpress.com/2011/04/27/pembahasan-singkat-qs-2-155-157/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3cf9906407e339cec5ca56ae243d270?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suluk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kau Berdusta Kepada-Ku</title>
		<link>http://suluk.wordpress.com/2011/04/26/kau-berdusta-kepada-ku/</link>
		<comments>http://suluk.wordpress.com/2011/04/26/kau-berdusta-kepada-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 02:53:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry Mardian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/04/26/kau-berdusta-kepada-ku/</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullaah Muhammad saw. bersabda pada Abu Hurairah, Ketika Hari Perhitungan tiba, Allah Ta&#8217;ala turun ke hadapan manusia. Setiap kelompok agama berlutut dalam ketakberdayaan di hadapan-Nya. Kelompok manusia pertama yang dipanggil, adalah mereka yang mengajarkan Al-Qur&#8217;an. Kelompok kedua, adalah mereka yang gugur di jalan Allah. Sedangkan golongan manusia ketiga, adalah mereka yang melimpah ruah hartanya. Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=211&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><i>Rasulullaah Muhammad saw. bersabda pada Abu Hurairah,</i></p>
<p><i>Ketika Hari Perhitungan tiba, Allah Ta&#8217;ala turun ke hadapan manusia. Setiap kelompok agama berlutut dalam ketakberdayaan di hadapan-Nya. </i></p>
<p><i>Kelompok manusia pertama yang dipanggil, adalah mereka yang mengajarkan Al-Qur&#8217;an. Kelompok kedua, adalah mereka yang gugur di jalan Allah. Sedangkan golongan manusia ketiga, adalah mereka yang melimpah ruah hartanya. Allah pun mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada yang tiga kelompok manusia yang pertama dipanggil ini.</i></p>
<p>: :</p>
<p><i>Kepada kelompok pertama, Allah akan berkata,</i></p>
<p><i>&#8220;Bukankah Aku telah mengajarkan kepadamu hikmah-hikmah dan pengetahuan yang asalnya adalah dari </i>qalb<i> para utusan-Ku?&#8221;</i></p></blockquote>
<p><span id="more-211"></span></p>
<blockquote><p><i>&#8220;Benar, Ya Rabbi.&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Apakah perilakumu, lahir dan batin, sesuai dengan hikmah dan pengetahuan yang telah engkau ketahui itu?&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Aku melaksanakannya selalu, Ya Rabbi.&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Kau berdusta kepada-Ku!&#8221; </i></p>
<p><i>Dan para malaikat pun akan berkata, &#8220;Kau berdusta!&#8221;</i></p>
<p><i>Lalu Allah berkata, &#8220;Kau menyukai kata-kata orang tentangmu, yang mengatakan <i>&#8216;Orang ini adalah pengajar Al-Qur&#8217;an&#8217;</i>! Ketahuilah, bagimu cukup hanya (kata-kata mereka) itu saja!&#8221;</i></p>
<p>: :</p>
<p><i>Kepada kelompok kedua, Allah akan berkata,</i></p>
<p><i>&#8220;Dengan cara yang seperti apa engkau mati di jalan-Ku?&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Ya Rabbi, Engkau perintahkan aku untuk berperang. Dan aku mati karena mengikuti perintah-Mu itu.&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Kau berdusta kepada-Ku!&#8221; </i></p>
<p><i>Dan para malaikat pun akan berkata, &#8220;Kau berdusta!&#8221;</i></p>
<p><i>Lalu Allah berkata, &#8220;Kau menyukai kata-kata orang tentangmu, yang mengatakan <i>&#8216;Orang ini begitu luar biasa keberaniannya&#8217;</i>! Ketahuilah, bagian untukmu cukup hanya (kata-kata mereka) itu saja!&#8221;</i></p>
<p>: :</p>
<p><i>Kepada kelompok ketiga, Allah akan berkata,</i></p>
<p><i>&#8220;Apakah telah Aku berikan harta yang sangat banyak kepadamu, yang membuatmu tidak pernah meminta-minta kepada orang lain?&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Benar, Ya Rabbi.&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Lalu, apa yang kau lakukan dengan pemberian-Ku itu?&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Aku menguatkan hubungan kekeluargaan dan ber-infaq dengannya.&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Kau berdusta kepada-Ku!&#8221; </i></p>
<p><i>Dan para malaikat pun akan berkata, &#8220;Kau berdusta!&#8221;</i></p>
<p><i>Lalu Allah berkata, &#8220;Kau menyukai kata-kata orang tentangmu, yang mengatakan <i>&#8216;Betapa dermawannya orang ini.&#8217;</i>! Ketahuilah, bagian untukmu cukup hanya (kata-kata mereka) itu saja!&#8221;</i></p>
<p>: :</p>
<p><i>Lalu Rasulullaah Muhammad saw. memukul lututku (menandakan betapa pentingnya hal ini), dan berkata kepadaku, &#8220;Wahai Abu Hurairah, ketiga golongan ini adalah orang-orang pertama yang akan dicampakkan ke dalam api neraka.&#8221;</i></p>
<p>(Hadits Riwayat At-Tirmidzi)</p></blockquote>
<p><span class="small">Sumber: <i>101 Diamonds from the Oral Tradition of the Glorious Messenger Muhammad</i>, collected by Muhyiiddiin Ibn `Arabi.<br />
Translated to English by Lex Hixon and Fariha al-Jerrahi. Dikutip oleh Dwi Afrianti. </span></p>
<p>[] </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suluk.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suluk.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suluk.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suluk.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suluk.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suluk.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suluk.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suluk.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suluk.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suluk.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suluk.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suluk.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suluk.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suluk.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suluk.wordpress.com&amp;blog=72499&amp;post=211&amp;subd=suluk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.wordpress.com/2011/04/26/kau-berdusta-kepada-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3cf9906407e339cec5ca56ae243d270?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suluk</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
