h1 test case
h2 test case
h3 test case
PRE Engkau pun demikian, harus menunggu dan menerima penderitaan, karena penderitaan adalah muntah. Setelah muntah selesai, kebahagiaan akan datang, sebuah kebahagiaan yang tanpa penderitaan, mawar yang tanpa duri, anggur yang tidak membuatmu mabuk. Siang dan malam engkau terus mencari ketenangan dan ketentraman di dunia ini, tapi tidaklah mungkin meraih ketenangan dan ketentraman di dunia ini. Walau demikian, sesaat pun engkau tidak pernah berhenti mengejarnya. Ketentraman apapun yang kau temukan di dunia ini, sama singkatnya seperti cahaya petir yang menyambar. Petir yang seperti apa? Petir yang muncul di tengah hujan batu es, air, dan salju, penuh dengan kesengsaraan.
TANPA P Engkau pun demikian, harus menunggu dan menerima penderitaan, karena penderitaan adalah muntah. Setelah muntah selesai, kebahagiaan akan datang, sebuah kebahagiaan yang tanpa penderitaan, mawar yang tanpa duri, anggur yang tidak membuatmu mabuk.
Siang dan malam engkau terus mencari ketenangan dan ketentraman di dunia ini, tapi tidaklah mungkin meraih ketenangan dan ketentraman di dunia ini. Walau demikian, sesaat pun engkau tidak pernah berhenti mengejarnya. Ketentraman apapun yang kau temukan di dunia ini, sama singkatnya seperti cahaya petir yang menyambar. Petir yang seperti apa? Petir yang muncul di tengah hujan batu es, air, dan salju, penuh dengan kesengsaraan.

DENGAN P Engkau pun demikian, harus menunggu dan menerima penderitaan, karena penderitaan adalah muntah. Setelah muntah selesai, kebahagiaan akan datang, sebuah kebahagiaan yang tanpa penderitaan, mawar yang tanpa duri, anggur yang tidak membuatmu mabuk.
Siang dan malam engkau terus mencari ketenangan dan ketentraman di dunia ini, tapi tidaklah mungkin meraih ketenangan dan ketentraman di dunia ini. Walau demikian, sesaat pun engkau tidak pernah berhenti mengejarnya. Ketentraman apapun yang kau temukan di dunia ini, sama singkatnya seperti cahaya petir yang menyambar. Petir yang seperti apa? Petir yang muncul di tengah hujan batu es, air, dan salju, penuh dengan kesengsaraan.
- Ordered List OL
- satu
- dua
- tiga
- empat
- lima
- Unordered List UL
- enam
- tujuh
- delapan
- sembilan
- sepuluh
Tanpa P. Engkau pun demikian, harus menunggu dan menerima penderitaan, karena penderitaan adalah muntah. Setelah muntah selesai, kebahagiaan akan datang, sebuah kebahagiaan yang tanpa penderitaan, mawar yang tanpa duri, anggur yang tidak membuatmu mabuk.
BLOCKQUOTE Engkau pun demikian, harus menunggu dan menerima penderitaan, karena penderitaan adalah muntah. Setelah muntah selesai, kebahagiaan akan datang, sebuah kebahagiaan yang tanpa penderitaan, mawar yang tanpa duri, anggur yang tidak membuatmu mabuk.
Siang dan malam engkau terus mencari ketenangan dan ketentraman di dunia ini, tapi tidaklah mungkin meraih ketenangan dan ketentraman di dunia ini. Walau demikian, sesaat pun engkau tidak pernah berhenti mengejarnya. Ketentraman apapun yang kau temukan di dunia ini, sama singkatnya seperti cahaya petir yang menyambar. Petir yang seperti apa? Petir yang muncul di tengah hujan batu es, air, dan salju, penuh dengan kesengsaraan.
Tanpa P. Engkau pun demikian, harus menunggu dan menerima penderitaan, karena penderitaan adalah muntah. Setelah muntah selesai, kebahagiaan akan datang, sebuah kebahagiaan yang tanpa penderitaan, mawar yang tanpa duri, anggur yang tidak membuatmu mabuk.
Dengan P di awal paragraf ini. Engkau pun demikian, harus menunggu dan menerima penderitaan, karena penderitaan adalah muntah. Setelah muntah selesai, kebahagiaan akan datang, sebuah kebahagiaan yang tanpa penderitaan, mawar yang tanpa duri, anggur yang tidak membuatmu mabuk.
BLOCKQUOTE Engkau pun demikian, harus menunggu dan menerima penderitaan, karena penderitaan adalah muntah. Setelah muntah selesai, kebahagiaan akan datang, sebuah kebahagiaan yang tanpa penderitaan, mawar yang tanpa duri, anggur yang tidak membuatmu mabuk.
Siang dan malam engkau terus mencari ketenangan dan ketentraman di dunia ini, tapi tidaklah mungkin meraih ketenangan dan ketentraman di dunia ini. Walau demikian, sesaat pun engkau tidak pernah berhenti mengejarnya. Ketentraman apapun yang kau temukan di dunia ini, sama singkatnya seperti cahaya petir yang menyambar. Petir yang seperti apa? Petir yang muncul di tengah hujan batu es, air, dan salju, penuh dengan kesengsaraan.
Dengan P di akhir paragraf ini. Engkau pun demikian, harus menunggu dan menerima penderitaan, karena penderitaan adalah muntah. Setelah muntah selesai, kebahagiaan akan datang, sebuah kebahagiaan yang tanpa penderitaan, mawar yang tanpa duri, anggur yang tidak membuatmu mabuk.