Pengajian Maya vs. Mujahadah

….. Beberapa ikhwan dan/atau akhwat seringkali berkomunikasi atau berdiskusi bahkan pengajian lewat dunia maya. Saya ragu apakah dapat menangkap esensi dari komunikasi. Singkatnya bahwa adanya banyak peserta maillist sangat aktif dalam dunia maya tetapi interaksi realitasnya sangat kurang. Padahal dalam komunikasi misalnya lewat forum pengajian bisa menjadi wahana untuk saling asah-asih-asuh. Kita bisa bereksperimen menguji setiap sayyiah kita melalui interaksi.

Apakah itu sebuah arogansi, kesombongan, kedengkian, rasa malu, kurang menghargai, ketidaksabaran dalam suatu proses mendengarkan, yang tidak akan terasakan dalam proses membaca ataupun menulis dalam komunikasi maya. Bahkan sebuah jihad untuk keluar dari rumah (baca: kampungmu) tidak akan terasakan pahitnya, lelahnya. Suatu pengorbanan yang dihargai surga bagi para pencari ilmu kata Nabi saw. Ibadah tidak ‘kaci’ jika tidak berkeringat (kata Pak O** alm).

Keluarlah dari rumah, lawan kemalasan dan rasa malu. Jika masih belum beranjak, apakah itu indikasi jiwa yang tidak terahmati? Berserah diri kepada kemalasan, kejumudan, itu adalah suatu kesalahan besar. Bukankah kita diharap menjadi khalifah bumi?

Wassalam,

Rahmat Sudarsono

Pengajian Maya vs. Mujahadah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s