Perintah Iqro’ Sebagai Ayat Pertama Yang Turun

[TANYA]

Dalam Q.S. 96:1, ayat yang pertama sekali diturunkan pada manusia, diperintahkan: ‘Iqro’ (bacalah)!’ Apanya sebenarnya yang yang harus di baca? “Iqro’ “ itu membaca seperti apa? Rasanya bukan sekedar perintah membaca seperti membaca buku.

[JAWAB]

Memang terlalu mudah untuk mengartikan makna ayat yang pertama turun tersebut sebagai perintah supaya rajin belajar, misalnya. Bagaimana dengan orang miskin di hutan, misalnya, yang kebetulan tidak memperoleh kesempatan belajar membaca semenjak kecil hingga hari tuanya?

Betul, iqro’ yang dimaksud di ayat tersebut bukan sekedar membaca tulisan. Tetapi membaca alam semesta dan segala ciptaan-Nya, termasuk juga diri kita sendiri. Bukankah semua di alam semesta ini adalah ‘kitab’ karangan Allah SWT?. Nah, sebagaimana sebuah kitab/buku, dia harus dibaca. Dan tujuan membaca adalah untuk memahami isinya. Kemudian untuk memahami isinya, kita harus mengerti gagasan (topik) dasar dari kitab tersebut, sistematika penulisannya, dan sebagainya.

Demikian pula setika kita membaca alam semesta ini. Kita harus fahami topik dan gagasannya, tujuannya, sistematikanya, maksud sang pengarang, dan sebagainya. Pokoknya, segala aktivitas yg terjadi ketika kita membaca sebuah buku, juga harus hadir dalam ‘membaca’ kitab Allah yang teramat luas ini.

[M. Sigit Pramudya]

Perintah Iqro’ Sebagai Ayat Pertama Yang Turun

3 thoughts on “Perintah Iqro’ Sebagai Ayat Pertama Yang Turun

  1. Assalamu’alaikum Wr.Wb,
    Kang Herri Mardiyan yang dirahmati Allah SWT,
    Saya sangat terkesan sekali ketika ada yang bertanya kang Herry menjawab pertanyaannya dengan mengambil dari Al-Qur’an, memang seperti itulah yang diharapkan. Dan dalam kesempatan ini juga saya mohon diberikan pencerahan tentang Makna kata “Thawaf”, terima kasih atas sedekah ilmunya, diantos pisan.
    Wassalam,
    /dedi juanda

  2. adjipamungkas says:

    salam keselamatan dan sejahtra semoga kasih dan sayangNya sentiasa tercurah kepada kita semua…
    ikut nimbrung ah:lol:

    Kang Herry Mardiyan dkk
    Mohon pencerahannya tentang Thawaf ?
    Sehubungan dengan Thawaf Otak.
    Wassalam dedi juanda…

    punteun kang dedy…:oops:
    spendek pengetahuan saya
    Thawaf adalah mengitari Ka’bah tujuh kali. akan sah walau hanya berkeliling, tetapi sebagaimana diketahui Ka’bah adalah rumah Allah, dengan mengitari Ka’bah memberi pengertian bahwa kita sesungguhnya senantiasa berada dalam lingkaran Allah Swt, artinya Allah selalu mengawasi segala gerak-gerik hamba-Nya, inilah yang harus disadari khususnya para hujjaj, karena Dia ada dimanapun kita berada. Dengan thawaf kita sebenarnya telah berjanji kepada Allah akan selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, kemudia di akhiri dengan mencium Hajar Aswad sebagai tanda ikatan perjanjian itu. itu mungkin makna simbolis dari thawaf..:smile: …..mmmh :roll:…akan tetapi jika di kaitkan dengan otak (thawaf otak) di dalam logika sederhana saya….otak adalah wadah ..akal,.. pikiran..penalaran jasadiah (jasad)..lalu salah satu dari potensi jasadiyah yang paling liar adalah akal,pikiran atau nalar.coba darimana rasa ingin bertanya ..ingin tahu tentang apa ini dan apa itu…contohnya keliaran pikiran manusia yang ingin mengetahui dari mana asal usulnya hingga muncul lah berbagai teori…seperti teori evolusi darwin (manusia =monyet)…:mrgreen: .
    Akan tetapi akal pikiran dan nalar yang liar juga menghasilkan penemuan penemuan hebat liat lah thomas alfa edison (bener gak yah tulisannya:sad:)..dengan keliaran akal pikirannya terciptalah lampu:idea:…atau dengan ijin Allah akal pikiran bisa di arahkan selaras dengan kehendaknya hingga menghasilkan karya ..karya mengenai ketuhanan yang hebat ruwet bi njlimet tapi dahsyat sperti karya ibnu Arabi.
    Merujuk pengertian Thawaf di atas maka thawaf otak bisa di katakan mengkondisikan otak (akal pikiran penalaran)kita di senantiasa berada dalam pengawasan Allah. artinya segala apa yang kita pikirkan harus selaras dengan kenginan Allah (hukum/syariat) jangan justru menjadikan otak kita sebagai alat pembenaran waham pengetahuan untuk berbuat kemunkaran dengan memperturutkan hawa nafsu dan syahwat yang pada akhirnya membawa kesesatan lihat QS.45:23 dan38:26…silah kan buka qur’an sendiri di rumah😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s