Mengenal Diri

Catatan: artikel ini saya ambil secara tidak beradab dari blognya Mas Watung

‘Barangsiapa mengenal diri (sejati)nya, akan mengenal Tuhannya’. Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu. Konon itu kata-kata Baginda Rasulullah SAW (walaupun masih ada banyak perdebatan mengenai siapa sebenarnya yang mengucapkan kata-kata tersebut, tapi di kalangan pejalan ruhani yang pernah mimpi bertemu dengan Baginda Rasul SAW, konon Beliau membenarkan bahwa kata-kata tersebut adalah kata-katanya —red.).

Tapi seberapa susahnya sebenarnya mengenal diri itu? Sebegitu pentingnya kah hal itu sehingga bisa mengantarkan seseorang pada suatu pengenalan yang sungguh agung, sesuatu yang dicita-citakan oleh siapa saja yang percaya, pengenalan akan Tuhan? Bukankah yang disebut “saya” ini ya saya, ya yang ini? Tidakkah kita semua tahu dan kenal diri kita sendiri?

Not so fast, fella. Mari kita resapi kisah berikut ini.

: : : : : : :

waiting at the door

Dalam keadaan sakratul maut, seseorang tiba-tiba merasa berada di depan sebuah gerbang. “Tok, tok, tok,” pintu diketuk.

“Siapa di situ?” ada suara dari dalam.

Lalu dia seru saja, “Saya, Tuan.”

“Siapa kamu?”

“Watung, Tuan.”

“Apakah itu namamu?”

“Benar, Tuan.”

“Aku tidak bertanya namamu. Aku bertanya siapa kamu.”

“Eh, saya anak lurah, Tuan.” Wajahnya mulai plonga-plongo.

“Aku tidak bertanya kamu anak siapa. Aku bertanya siapa kamu.”

“Saya seorang insinyur, Tuan.”

“Aku tidak menanyakan pekerjaanmu. Aku bertanya: siapa kamu?”

Sambil masih plonga-plongo karena nggak tahu mau menjawab apa, akhirnya ditemukanlah jawaban yang rada agamis sedikit.

“Saya seorang Muslim, pengikut Rasulullah SAW.”

“Aku tidak menanyakan agamamu. Aku bertanya siapa kamu.”

“Saya ini manusia, Tuan. Saya setiap Jumat pergi jumatan ke masjid dan saya pernah kasih sedekah. Setiap lebaran, saya juga puasa dan bayar zakat.”

“Aku tidak menanyakan jenismu, atau perbuatanmu. Aku bertanya siapa kamu.”

Akhirnya orang ini pergi melengos keluar, dengan wajah yang masih plonga-plongo.

Dia gagal di pintu pertama, terjegal justru oleh sebuah pertanyaan yang sungguh sederhana: siapa dirinya yang sebenarnya.

: : : : : : :

Nggak mudah, tho? Coba pikir, kita nggak paham siapa kita, maka kita punya tradisi besar mengasosiasikan sesuatu terhadap diri kita: nama, profesi, titel, jenis kelamin, warna kulit dan rambut, foto wajah (seperti yang di KTP, our identification!). Kita melabeli diri kita dengan sesuatu itu, kita pun nyaman dengan label itu, lalu merasa bahwa label itulah diri kita. Think again: apakah ‘aku’ sama dengan ‘tubuhku’?

Ah, Watung, itu cuma permainan kata!

Mungkin saja. Tapi perhatikanlah kalimat orang-orang agung itu: “Barangsiapa mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya.”

Knowing others is wisdom
Knowing the self is enlightenment.
Mastering others requires force
Mastering the self requires strength.

– Tao Te Ching

Does it make you wonder, my dear?

P.S.: Kisah di atas saya adaptasi secara tidak beradab serta sangat kurang ajar dari sebuah buku, Doa Sang Katak, karya Anthony De Mello.


Oh, by the way, untuk bacaan selanjutnya tentang mengenal diri, posting “Gelisah Dalam Kehidupan” ini might help… atau lihat juga “FAQ: Mengenal Diri/Suluk/Misi Hidup itu apa?”

Gambar adalah lukisan cat air ‘waiting at the door’ karya Atanatur Dogan

Mengenal Diri

80 thoughts on “Mengenal Diri

  1. salam,
    Sepakat pak,:)….maaf baru mampir…saya pernah baca bukunya dunia sophie, wah dri pertanyaan satu aja ttg ‘siapa aku ‘?..itu mampu membuat kita harus merenung kedalam. siapa sebenarnya yg ada dalam bungkus diri kita ini?…sebenarnya saya ada sedikit mau diskusi…ttg Ruh…semoga kapan2 bisa ketemu di YM. id saya: rabiah79@yahoo.com

    salam

  2. akbar says:

    Alhamdulillah, Syukur ada site seperti ini. Terimakasih kepada mas Herry. Salam Kenal.

    Kami sangat senang dengan site ini.

    Mengenal diri sepertinya adalah sebuah kewajiban. Bagaimana mampu mengimplementasikan perintah Allah, bila diri ini saja tidak dikenal. Lalu bagaimana bisa memahami keinganan Allah SWT. Menjadi murid dari seorang Mursyid tentu akan membantu diri ini untuk bisa tunduk kepada-Nya.
    Mas dulu kami aktif di pangajian Bina Qalbu di Makassar yang di bawakan oleh salah seorang teman dari paramartha. Tapi karena tugas kami akhirnya tidak dapat melanjutkannya. Kami tugas didaerah lain. Semoga ini bisa menjadi media pengganti dalam pengajian kami. Kami berkeinginan kuat menjadi salik.

    Terimakasih, Wassalam

  3. Yanesthi Hardini (Didin) says:

    Assalamualaikum wr wb

    Herry, pa kabr, ini Didin, temen satu angkatan di psikologi. Sedang menjalani salah satu jalan Tuhan rupanya, selamat ya..

    Lagi mau browsing tulisan2 kamu nihh, very inspiring.

    Please kindly visit my blog at harisantai.blogspot.com. Oke dehh, kontak2 gue di yanesthi2yahoo.com or friendster juga bisa. Sharing2 pengalaman religius oke juga tuuhh. Selamat belajar mengenal Tuhan dan diri sendiri.

  4. dali solihin says:

    cari jalan kenal diri adalah wajib. carilah jalan itu kerana diri itu yg akan ditrima kembali kepada haqq.

  5. lam nurrahman says:

    salamullah, bi izinillah, Assalamu’alaikum.wr.wb…

    mohon maaf sebelumnya apabila sy lancang. terus terang pas sy coba buka blog/web ini, sy merasa senang+haru membaca tulisan2 yg ada didalamnya. terutama tentang ‘MENGENAL DIRI’. Bala Asykuru Ilallah…dari seoarang pembimbing, sy sedikit2 telah mengenal apa itu ‘AKU’ yang sebenar-benarnya. siapa itu ‘SAUDARA SEKANDUNG’ kita, apa itu “NAMA GELARAN’ kita dan apa itu ‘BAYANGAN DIRI’. Insya ALLAH, sy mengajak kepada Saudara2 kita disini utk terus berusaha mencari siapakah ‘DIRI/AKU’ kita yg sebenar2nya.

    hormat saya,

    lam nurrahman
    taziku_man2004@yahoo.com

  6. Herry says:

    Wa alaikum salaam Warahmatullah Wabarakatuh.

    Terimakasih banyak telah berkunjung dan membaca… Semoga Allah menambahkan manfaat dan hikmah kepada kita melalui doa anda.

    Salam Takzim..

  7. Aris says:

    mas herry, ni aris. ini adalah pertama kalinya aku masuk ke blok ini dan langsung membaca2 tulisan yang ad di sini, aku sangat tertarik dengan tulisan mengenal diri sendiri, bagi diriku sendiri mungkin seperti yang di gambarkan mas herry dalam cerita pembuka itulah pemahamanku selama ini. aku minta tolong bimbingannya kepada mas herry agar aku bisa lebih mengenal diri sendiri
    karena teryata mengenal diri sendiri itu tidak semudah apa yang selama ini aku pahami

    terima kasih. semoga mas herry berkenan membantu saya.

  8. Herry says:

    Salam kenal, Aris.. terimakasih udah maen ke sini🙂

    Iya memang mengenal diri itu nggak mudah… sangat tidak mudah. Tapi kita harus bermujahadah memulainya…

    Oh iya, untuk memperoleh bimbingan, syarat pertama adalah adanya sebuah pencarian (akan Allah, akan makna, akan kesejatian). Lalu, supaya lebih disiplin menapak di atas jalan, kita juga sebaiknya ada di bawah bimbingan seorang mursyid yang haqq. Dan saya tentu saja bukan seorang mursyid. Dalam hal ini saya rasanya cukup tahu diri, hehehe.. 🙂

    “Guru akan datang ketika murid siap,” kata seorang sufi.

    Meanwhile, silahkan baca-baca ya ris.. thanks again! Sebagai awalan, mungkin artikel ini membantu? semoga bermanfaat deh…

  9. al-faqir says:

    saya hanya ingin memberikan sekidit bahan renungan pantun :

    mursyidul amin itu gelarnya
    laku diam kesenangannya
    menjaga alam siang dan malam
    itulah dia si “ISMUL AJHAM”…..

    janganlah engkau duduk berpikir
    laksana tukang, duduk mengukir
    kalau tak tahu artinya zikir
    hanyut amal mu seperti air…

    wangi ruangan berbau dupa
    aromanya sedap tiada terkira
    sedetikpun tak pernah lupa
    itulah dia para ambiya

  10. zal says:

    Assalamu’alaikum Mas Harry,

    Blog ini bagus, cuma rasanya kurang interaksi, sebab tidak ada ruang untuk itu, mohon maaf ya Mas Harry, bukan tujuan mencela, saya pernah dikunjungkan pada websitenya bicarasufi, sepertinya di Malaysia, disana ada ruang untuk dikusi baik, fiqih, tariqah tassawuf bahkan aqidah, memang sih, apa yang hendak didiskusikan, dan tidak sedikit juga yang belum difahamkan melontarkan hujatan, namun majlisnya tetap berlangsung, siapa tahu juga blog ini akan menjadi ajang yang baik…semoga…

  11. Ass. w.w.
    An intriguing article…!
    Sekedar menambahkan, menurut saya hadis “man arafa nafsah waqad arafa rabbah” meski secara sanad tidak sahih, namun maknanya adalah pengulangan dari ayat Quran, “walaa takuunu kalladzi nasullah, fa ansyahum anfusahum..”, “janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah, maka mereka sebenarnya melupakan diri sendiri”.
    Jadi, “Lupa Allah => Lupa diri sendiri”, kalau dibalik secara logika menjadi “ingat/mengenal diri => Mengenal Allah”.

    Salam

  12. Untuk Zal, tengkiu banget masukannya🙂 yaa… saya aja ngisi blog ini di sela-sela waktu luang. Kalau ada ruang khusus tanya jawab, jujur aja, nggak akan kepegang, hehe..

    Lagipula ini hanya sebuah blog, bukan forum. Mudah-mudahan nanti ada website khususnya, yang ditangani secara tim.

    Makasih ya…

  13. ahmad says:

    mengenali diri, aku, kamu dan kita mungkin sepakat dengan pertanyaan.. siapa aku??.

    sudah 2 tahun aku mencoba mencari diri. sampai sekarang aku tidak mengenal diri ku sendiri. dan ada dua pertanyaan lagi dalam benak ku yaitu dari mana aku dan mau kemana aku. dua pertanyaan itu kerap kali menggangu malamku.

    sekarang aku lagi mencoba mencari diri ku dengan ilmu cinta dengan landasan keiklasan. sedikit demi sedikit aku mulai menemukan diriku ini, sehingga nantinya nanti aku berani mengataan bahwa aku manusia…
    🙂

  14. oittsss says:

    Fahami….”Ana AL-Haq”-itulah jwpn untuk siapa aku..
    dari Allah kembali ke Allah
    dari tanah kembali ketanah(perjalanan hidup)
    p/s: syurga itu hanya ehsan dari Allah

  15. rudykelanacinta says:

    Tulisan yang arif..dan penuk makna..hanya dapat teurai ..
    oleh pribadi yg sedang mengalami..
    selamat menikmati jalan yang sedang tersaji..
    jangan lupa berbagi..
    sesama insani..
    karena itu tujuan “kita di sini”..
    berbagi sesuatu yang merasa “kita miliki”..
    sewaktu sekolah formal kita harus melalui ..
    SD = Sadar Diri..
    kemudian SMP =Sadar Menempatkan Posisi..
    sikap yg akan kita ambil..harus sinergi..
    dengan situasi & kondisi..
    lalu..SMA = Sanggup Menanggung Akibat..
    atas semua sikap yg kita lalui..
    terus PT = Pasrah ke Tuhan..
    jika akibat sudah tidak kuat menimpa diri ini..

  16. sastria says:

    Ass…….
    subahanallah

    merinding dah gw baca nya mas,….
    Salam knl mas herry:mrgreen:
    satu pertanyaan yg begitu penting untuk kita jawab dengan penuh renungan… yg khusuk

    mass ada Fs? kpn2 kita diskus fs yach..:D
    klikik_99@yahoo.com tuh Fs aku

  17. Ass. wr. wb.

    Salam Perkenalan..
    Alhamdulillah menemukan blog yg sejalan kepada Tuhan. Boleh ya saya tambahkan blog mas di blog saya ? . Terimakasih sebelumnya.

    Wassalam,

  18. aku says:

    😕..AKU adalah AKU..sesungguh nye tanpa MU..AKU tidak ujud..tanpa AKU..KAU tidak di kenali..ZAT dan SIFAT..di sini kebenaran nya..ESA..yang HAK AKU yang BATHIL KAU..

  19. aku says:

    ..aku adalah aku..aku bukan kau..kau bukan aku..siapa aku..siapa kau..di atas ayat-perkataan ( AKU) ini terjawab tentang ke ESA an ALLAH..renung kan..

  20. Sejelas apapun penjelasan tentang “Hakekat Tuhan”,
    barang siapa yang belum pernah merasa, pasti tidak akan mengetahui,
    bahkan tidak sedikit yang “membeo” mengatakan Tuhan seperti ini, Tuhan seperti itu,
    Tuhan begini, Tuhan begitu, ada juga yang berani mengatakan “Tuhan seperti Aku”
    yang hanya karena latah dan akan membuat semakin jauh dari pemahaman tentang
    “Hakekat Tuhan”.

    ***

    Siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya,
    memangnya siapa “diri” ini ?, kalau salah bisa jadi Fir’aun mengaku dirinya adalah Tuhan, didalam Al-Qur’an Surat Al-Ikhlas dijelaskan “Tuhan tidak beranak dan diperanakkan”
    jadi tidak mungkin kita mengatakan diri kita ini adalah Tuhan
    sedangkan kita sendiri mempunyai orang tua (dilahirkan oleh seorang ibu)

    Tuhan Maha Kuasa, Tuhan Maha Segalanya
    namun ada yang tidak bisa dilakukan oleh Tuhan, Tuhan tidak bisa makan, minum
    karena Tuhan tidak bergantung kepada sesuatu
    sedangkan manusia bergantung kepada sesuatu (makan, minum dll)

    Jadi jelas “Manusia bukanlah Tuhan”

    ***

    Tapi katanya
    “Tuhan itu sangat dekat, lebih dekat dari urat di leher kita”
    (Jauh tidak berjarak, Dekat tidak berantara)
    “Dia beserta kita dimanapun kita berada”
    “Dialah yang awal, Dialah yang akhir, Dialah yang lahir, Dialah yang batin ”

    Jika Fir’aun berkata “Aku adalah Tuhan” maka celakalah ia …
    Namun bagaimana dengan
    Syekh Abdur Rauf dengan “Wahdatul Wujud” nya,
    Mansyur Al-Hallaj dengan“Ana Al Haq” nya,
    Syekh Siti Jenar dengan “Manunggaling Kawula Gusti” nya,
    dan sekarang ini Ahmad Dani (Dewa 19) dengan “Aku ini adalah diri-Mu”
    Mungkinkah “Diri” (yang tidak dilahirkan oleh seorang ibu, tidak bertulang, tidak berdaging) ini
    sama seperti yang diungkapkan oleh Ahmad Dani …… ???

    (Barang siapa yang membuka rahasia ketuhanan bukan kepada ahlinya adalah kufur)

    ***

    Awal beragama mengenal Allah,
    untuk mengenal Allah dengan cara bertauhid
    (Meng-Esa-kan Allah, tidak menduakan, tidak syirik, yakni tidak menyekutukan, hanya tetap satu, tidak berbilang zat-Nya, tidak berbilang sifat-Nya, dan tidak berbilang af’al-Nya)
    dan siapa yang telah mengenal Allah maka kelulah lidahnya untuk bercerita.

    Kusebut nama-Mu disetiap hembusan nafasku “HU”😦 detak jantungku🙂

  21. akmal says:

    salam gabung mas harry…saya kul di BINUS…smtr 2 ..dan saya di kash tugas ma dosen saya..pertanyaan y sich simpel..(siapakah aku?)pie..mpe skrng sya msh sulit tuk mendapatkan jawaban yang lebih spesifik…tolong bantuan y…!tanks..

  22. Aduh…telat banget baca artikel ini.

    mas warsono menyampaikan ayat Quran:
    “walaa takuunu kalladzi nasullah, fa ansyahum anfusahum..”, “janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah, maka mereka sebenarnya melupakan diri sendiri”.

    itu Surah apa dan Ayat berapa mas?
    kang herry bisa bantu saya?

  23. “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” Q. S. Al-Hasyr [59] : 19

  24. “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” Q. S. Al-Hasyr [59] : 19

    Apakah makna dari ayat tersebut memang selaras dengan makna
    Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu?

    saya kok belum nyambung ya…
    mohon pencerahannya kang…

  25. sartono says:

    saya lebih berpikir mengenal diri sendiri berarti tahu semua kelemahan kita shingga tidak menjadi adigang,adigung,adiguna yang itu adalah sifat yang dimiliki tuhan

  26. mario bross says:

    mahasuci allah,hai alif kujadikan engkau berbentuk makhluk, sesungguhya manusia hanyalah seorang hamba(budak),dijadikan allah sebagai seorang pemimpin,untuk menyembah kepadaNYA,dan hanya kepadaNYAlah kembali.
    katakanlah;(hai muhammad)
    dia lah ALLAH
    tuhan yang maha esa
    dia tidak beranak dan juga tidak diperanakan
    tiada satupun makhluk yang menyerupainya

  27. Shamsatun Baridun says:

    Salam semuanya..

    errr..tidak beranak & tidak di peranakan..benar tu.DIA juga tidak bernama, tidak bernama, tidak berbentuk…
    Tapi kita seklian semua tau bahawa kebanyakkan memuja & memuji akan ALLAH..benar kan. jadi Allah tu apa ye? adakah Allah itu TUHAN? sedangkan TUHAN tidak bernama..Selagi bernama ianya sifat baru.DIRI yang di cari tu siapa sebenarnya & bagaimana keadaannya? Bagaimana pula proses penzahiran kita yang dari usulnya? Yang asal sudah terserlah & terbujur di bumi yang nyata sekarang nie..usulnya bagaimana? usul kalimat ALLAH & MUHAMMAD tu pula bagaimana? usul SOLAT itu sendiri pula bagaimana? siapa itu SOLAT? …adakah SOLAT juga mempunyai DIRI? …adakah NIAT itu juga mempunyai DIRI? ..adakah IMAN juga mempunyai DIRI? adakah ISLAM tu juga mempunyai DIRI? fikir-fikirkan lah…

  28. assalamualaikum, saudara hery…

    saya ingin berkongsi pengatahuan bersama saudara dan umat semua, dimana agaknya kedudukan para wali didalam tubuh kita, rasanya agak tidak keterlaluan persoalan saya ini…

    sekian…:oops:

  29. Anto Wijaya says:

    Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:115)
    Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. (QS. 41:54)
    Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:115)

    hancurkan badan jadi hati
    hancurkan hati jadi roh
    hancurkan roh jadi nur
    hancurkan nur jadi sirr
    hancurkan sirr jadi Aku
    (sebenar – benar rahasia dari hatimu)

    jangan lupa berguru kepada ahlinya, supaya tidak sesat diwaktu siang

  30. Anto Wijaya says:

    Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (QS. 17:72)

    jika ikam kadak bisa lihat tuhan di dunia ini, di akhirat pun ikam kadak akan pernah lihat tuhan. jika ikam tersesat jalan, adakah yang bisa tolong ikam selain dari pada tuhan.

    kosongkanlah ikam dari yang selain makhluk dan dari ikam sandiri

  31. Alhamdulillah, untuk mengenal diri diperlukan suatu “pengakuan”, sehingga kita menjadi dewasa dan semakin arif. Dalam pengenalan diperlukan suatu wawasan secara batiniah yang jernih, karena kalau dengan akal maka yang ada hanya sebatas debat yang tidak selesai. Dalam pengenalan diri diperlukan waktu dan “riyadoh maring Allah”, karena sesungguhnya ruh kita adalah bagian dari Yang Maha Besar. Selama ini kita sering mengabaikan dan tidak memperdulikan ruh kita, sehingga ruh menjadi sang yatim yang terbelenggu dengan segala hijab yang kita ciptakan sendiri. Sudah waktunya kita mengenal dan mencari, sehingga kita tidak tersesat.

  32. adjipamungkas says:

    ruh?…kembali ke Allah tidak pernah yatim…karena tak beribu apalagi berayah:roll:…sepertinya kita harus membedakan oknum ruh dan jiwa:cool:

  33. Ruh memang tidak berayah dan beribu, karena Ruh merupakan bagian dari Sang MAHA, Ruh sangat berbeda dengan Jiwa, Ruh adalah “bagian” sedangkan jiwa adalah “batiniah”, kedua bagian tersebut menetap dalam raga/fisik. Batiniah dipengaruhi oleh Otak/pola fikir dimana tempat bersemayang sang Nafsu, sering kita terkelabui oleh nilai batiniah itu sendiri, sehingga Ruh menjadi sang Yatim Piatu (mengabaikan perintah sang Ruh dan memperdulikan perintah sang Batiniah).

  34. Duhh… bingung jg y klo di tanya sperti itu???
    brarti qt hrus mengenal diri qt scra spesipik.
    Bdw mengenal diri itu seperti apa siyh, trus caranya ky gmna??
    aqu lg dpt tugas niyh mengenai mengenal diri…
    klo bs bantu yahh….
    terima kasih … salam knal. Arie:smile:

  35. Peace love always for All……..

    sampai sekarang saya juga belum mengenal diri ku sendiri…
    tapi aku akan terus berusaha mengenal dan mengendalikan diriku sendiri…
    aku bukan lah siapa-siapa..:smile::wink:

  36. dudutzkie says:

    assalammualaikum Wr Wb

    maaf mas

    “mungkin mas² atau rekan² bisa baca di :

    http://www.airsetitik.tk untuk mengenal diri lebih jauh lagi

    mas² dan rekan² yang lain nya semoga Rahmat dan Nikmat menyertai perjalanan diri yang sebenarnya diri.

    wassalammualaikum Wr Wb:smile:

  37. nurulshinju says:

    Assalamualaikum.

    Pertama sekali saya mohon maaf sekiranya pertanyaan saya agak terkeluar dari tajuk blog ini. Saya juga mengharap dan berusaha untuk mengenal diri ini.
    Saya selalu melawat blog ini kerana tertarik dengan isi blog dan gaya penulisan yang mudah tetapi mendalam maknanya. Sehingga pada suatu hari, terlintas satu pertanyaan yg telah lama tersimpan di dalam minda saya; “Di Indonesia, apa ada nama lokasi yang bernama ‘Kubang Berdarah’, di Sumatera mungkin..di mana? Ini kerana, saya diberitahu oleh orang tua saya bahawa datuk nenek moyang ku dulu berasal dari tempat yang bernama Kubang Berdarah. Lantas saya memberanikan diri bertanya tentang ini menerusi blog ini kerana saya sudah lama surf internet tentang tempat ini namun masih belum berhasil sehingga ke hari ini. Dan juga kerana, saya berpendapat majoriti pengunjung blog ini adalah dari Indonesia, maka mungkin saya akan menemukan jawapannya InsyaAllah.
    Walau saya sebenarnya rakyat Malaysia, namun saya ingin mengetahui asal usul nenek moyangku yang berasal dari Indonesia.

    terima kasih kpd semua dan juga kepada pemilik blog.
    sebarang maklumat amat saya hargai dan e-mail saya ialah nurulshinju@yahoo.com

  38. Wa ‘alaikum Salaam. Terima kasih banyak.

    Kubang adalah nama sebuah desa di kabupaten Sumber, wilayah Cirebon, Jawa Barat. Ada juga Nagari Kubang di sawahlunto, Sumatera.

    Kalau kubang berdarah, saya kurang tahu ya.

  39. sari says:

    Assalamu’alaikum. wr.wb.

    Alhamdulillah…. membaca tulisan-tulisan di suluk.blogsome ini saya rasanya seperti punya teman seperjalanan dalam kehidupan ini.
    Jazzakallah Mas Herry Mardian, senang sekali jika saya bisa ikut dalam pengajian Mas Herry. Mohon alamat dan tempat diselenggarakan pengajian Mas Herry.

    Sekali lagi terimaka kasih banyak!
    smile:

    Wassalam.wr.wb.

  40. sari says:

    Pengajian Paramarta, atau apa gituu…saya lupa. Pernah datang sekali kesitu, sendirian, walau tanpa alamat yang jelas, tapi Alhamdulillah ketemu…

    Saya belum sempat datang lagi ke pengajian tersebut, karena kalo ga salah info, datangnya mesti pas di interval tertentu yang saya sendiri ga jelas interval2nya…. Wah, mohon maaf kalo bikin pusing, karena memang saya kurang begitu paham tentang pengajian tersebut..

    Kalo memang bukan pengajian itu, dimana saya bisa datang ke Pengjian Mas Herry?

    Jazzakallah..

  41. Benar di sana mbak🙂

    Harus interval, maksudnya memang ada kajian serambi suluk bagi yang berminat. Dibukanya setahun dua kali, gratis. Kajian ini terstruktur, ada kurikulumnya, sehingga memang tidak bisa datang di tengah tengah.

    Tujuan pengajian ini, targetnya adalah selepas kajian peserta lebi h mengerti esensi agamanya, sehingga memiliki pengertian dan pemahaman yang lebih matang, dan bebas untuk bergabung maupun berjalan sendiri.

  42. sari says:

    Senang sekali jika Mas Herry bisa kirim informasi tentang permulaan interval, agar saya bisa ikut kajian suluk..insha Allah.🙂 Makasih banyak!

  43. Knowing others is wisdom
    Knowing the self is enlightenment.

    Enlightenment needs direct experience, direct experience is beyond words.
    Could you answer the question who am i?

    Those who know don’t say.
    Those who say don’t know. (Lao Tsu)

  44. Salam kenal,

    Untuk mengenal diri haruslah kita mengetahui apa yang ada pada diri ini. Diri tersusun atas 4;
    1. tubuh
    2. hati
    3. nyawa
    4. ruh
    ” kenalilah dirimu sebelum mengenal robymu…” itu dari kitab Al Ihya karangan imam gojali yg memberikan kemudahan untuk bisa mengenal Rob (bukan Allah.) karena rob adalah tuhan. maka apabila ingin mengenal diri kenalilah apa yg ada pd diri tsb, naiklah pada mengenali nafsu, Karena yg mengenal Allah hanya Allah, jangan pernah menyangka manungaling kaula gusti tu adalah ucapan yg mudah, dan apabila tdk mengerti tanyakanlah pada ahlinya. Tdk pernah ada yg menciptakan gelas sama bentuk dengan gelas yg di cipta. sheageat@yahoo.co.id😆

  45. assalamualaikum wr.wb.
    pak hery,saya mau gabung ya….
    emm,awal beragama mengenal ALLAH,
    jika mengenal diri maka mengenal ALLAH.gitu ya..
    ehh,baca-baca dulu deh.trims
    salam

  46. ibrahim hasyim says:

    Salamun alaikum. Soalan saya ialah kenapa kita harus menempuh jalan “suluk” sedangkan Allah telah menurunkan Al quran sebagai panduan kehidupan dan Al quran itu sendiri tiada keraguan?

  47. Anto says:

    Jalan suluk itu ada disebutkan dalam al qur’an. yaitu ihdinas shiratal mustaqim. yaitu jalan yang lurus. jalan yang membawa orang mengenal tuhan.

  48. ibrahim hasyim says:

    Salamun alaikum. Saya masih ragu2 lagi penjelasan saudara Anto. Ihdinas shiratal mustaqim. 1-6 terjemahan ayat itu ialah

    Tunjukilah kami jalan yang lurus. Maksud ayat tu terang dan jelas dan ia tidak menyebutkan suluk. Maaf ya, saya ingin kepastian.

  49. ibrahim hasyim says:

    Salamun alaikum. Bagaimana caranya menempuh jalan Rab?

    Minta penerangan & penjelasan dari sahabat?

  50. ibrahim hasyim says:

    Salamun alaikum,

    Saya ingin bertanya kpd ahli/pengalaman jalan suluk, dimana saya boleh bertemu dgn guru murshid. Utk pengetahuan tuan, saya sekarang berada di kualu lumpur malaysia.

    makasih
    brahim_hashim@yahoo.com

  51. radzhi says:

    Kalau mengenal diri itu sudah mengenal Allah, mengapa pula Allah menurunkan Nabi Muhammad untuk memimpin manusia.???

  52. Bagi para master yg sudah mengenal diri sebaiknya rahasianya jangan disembunyikan…. kita kan sama2 umat nabi muhammad… seandainya saya pas ditanya siapa kamu?gua bilang ja yg bertanggung jwb org2 yg ngak mo ngasi tw tp dirahasiakan tuk kalangan mereka sendiri….hehehe
    ngak kok becanda hehee

    klo pas di tanya gitu m pencabut nyawa… blg ja tanya aja ma pencipta ku & pencipta mu… pasti jwbannya tepat sekali… hehe.

  53. kulat_nakal says:

    Salam sejahtera….

    Jangan ditilik pada harta, tidakkan kekal selama mana..jagan ditilik pada rupa, luaran itu hijab semata..tiliklah pada empunya rahsia, nescaya kaukan mendapat bahagia..

    Al-Qhodiri
    Hulu Kelang, Selangor
    Malaysia

  54. mimi says:

    syukurlah ternyata masih banyak yg mau tau apalagi mencari akan Dia……selamat mencari dan semoga kalian semua mendapat petunjuk ke jalan yang benar…….krn begitu banyak yang mengenal Allah dan Rasul Nya tapi buta akan keberadaan Nya
    salam:smile:

  55. Assallam mu’alaikum wr wb,

    Pak Herry, saya di tugaskan oleh pimpinan sekolah untuk berinteraksi dengan beberapa psikolog untuk kepentingan riset di dunia pendidikan, jika berkenan saya ingin mengundang pak Herry untuk andil menjadi nara sumber kami. Dan jika setuju, mohon saya bisa berinteraksi melalui email. Berikut email saya alhadi.m@gmail.com Terima kasih.

    Wass wr wb

    M Alhadi

  56. Ferdi Rizal says:

    Assalamualaikum wrwb

    mas herry, bisa saya diikutsertakan kedalam milis paramartha ?
    terima kasih,

    wassalam,
    Ferdi

  57. Renungkan hadis ini ” Dulu kala kau tiada, maka Aku ujudkan kau. Setelah ujudkan, Aku hidupkan kau. Setelah hidupkan , Aku lahirkan kau. Sesudah lahirkan kau, Aku matikan kau. Sesudah matikan kau, Aku kembalikan kau”.
    Cuba cari mudah2an mengetahui dan diketahui apa yg di ujudkan Allah dan apa yg dikembalikan Allah.
    Ingat, bukan sampai kemana yg kita lalui atau apa yg kita perolehi yg menjadi ukuran bagi Allah.
    Yg menjadi ukuran adalah apakah kebaikan yg bisa kau lakukan untuk Allah.

  58. HASRUL says:

    assalamualaikum . saudaraku semua kita arus mengenal diri pucuk paku daun paku .aku datang dari seberang. cari aku dalam aku.aku ada ditempat terang

  59. jepi says:

    assalamualaikum.
    salam knal mas…
    mohon izin ngopy link na,,bgi saya ini amat brmanfaat,
    buat dibaca br ulang2..maksih bnyak ya mas dah murah hati tuk br bagi………

  60. mirza says:

    tiada sesuatu yg nyata dari diri hanya allah swt
    tiada aku sampai melainkan disampaikanya
    tiada aku berjalan melainkan dijalankanya

  61. yakin says:

    assalamu alaikum…..
    salam kenal….
    mohon penjelasanx mengenai siapa aku…….
    apa yg harus dilakukan untuk mencari “siapa aku’
    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s