Kakek Peniup Seruling Bambu

seruling bambu

kulihat engkau berjalan dibalut malam. perlahan, berteman butiran hujan. seruling bambu tak pernah berlalu. topi lusuh berceloteh tentang peluh. badan ringkih dililit kain lusuh.

lalu kau dudukkan tubuhmu di bawah temaram lampu sebuah jalan. coba hilangkan letih yang memakan kaki, menusuk menggigit hingga ke nadi.

bulan hanya sepenggal, temani nafasmu yang tersenggal. lelah menopang tubuh yang mulai rapuh.

dan lirih serulingmu mulai bernyanyi sendu. temani malam yang kian erat dililit beku. denyut malam di kota tak lagi sendiri. pak tua rela temani dalam sepi.

bdg, 5 april ’06

~ untukmu, kakek peniup seruling bambu di pinggir gasibu ~

‘Kakek Peniup Seruling Bambu’ karya Nina Kirana

Photo by Kim Groves

Kakek Peniup Seruling Bambu

4 thoughts on “Kakek Peniup Seruling Bambu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s