‘Guru Sejati dan Muridnya’ Sudah Diluncurkan

cover guru sejati

“Bawa Muhaiyaddeen tidak mendidik muridnya untuk menjadi Islamolog maupun pengkaji tasawuf yang hafal pelbagai istilah rumit, dan menjadikan para muridnya menang dalam setiap perdebatan ilmiah. Yang Bawa lakukan adalah mendidik para muridnya untuk hidup dan ‘bernafas’ dalam teori-teori tersebut sehingga esensinya mampu ditangkap oleh murid-muridnya.”

BERIKUT kutipan ‘Visi Buku Ini’ dari Pustaka Prabajati, sebagaimana tertulis dalam bukunya:

“…Buku ini langka karena di masa ini cukup sulit bagi kita untuk mendapatkan literatur konkrit tentang cara seorang Mursyid sejati dalam memberikan bimbingan kepada para muridnya, dengan muatan yang mampu menggambarkan interaksi mereka dengan baik. Umumnya literatur yang tersedia dalam mengulas hal tersebut, biasanya ada dalam konteks masa Islam klasik, dengan gaya bahasa maupun istilah yang tidak mudah dipahami oleh pembaca umum. Kadang bimbingannya ditulis dalam bentuk hikayat. Selain itu, karena perbedaan masa yang terpaut jauh dengan masa kita sekarang, biasanya buku-buku tersebut memerlukan interpretasi yang lebih dalam lagi untuk bisa diturunkan dalam level kehidupan kita sehari-hari di masa kini.

Ketiadaan hal-hal tersebut justru menjadikan buku ini unik karena tidak ada pembicaraan mengenai teori dan dalil. Buku ini juga tidak membicarakan siksa yang harus Anda terima kelak bila tidak melakukan ini dan itu, juga tidak membicarakan kisah para sufi di masa lalu yang tampak tidak lazim, yang sulit kita hubungkan dengan kehidupan di masa kita sekarang.

Buku ini merupakan rekaman interaksi dan bimbingan seorang Mursyid sejati yang memberikan pengajaran kepada murid-muridnya di abad ke-20, tidak jauh dari masa kita sekarang. Murid-muridnya pun terdiri dari kalangan bangsa Amerika dan Eropa, yang sedikit banyak mempunyai pola pikir dan pola budaya yang masih memiliki sekian kadar kesamaan dengan kita, sehingga mudah untuk ditempatkan dalam konteks kehidupan kita sekarang. Bahasa yang disampaikan adalah bahasa nasihat, sebuah rekaman dialog seorang guru kepada murid-muridnya di dalam sebuah forum kecil.

Bakat yang paling istimewa dari seorang Bawa Muhaiyaddeen adalah kemampuannya untuk memudahkan murid-muridnya dalam memahami esensi. Konsep-konsep spiritual yang beliau sampaikan, sebenarnya adalah konsep yang rumit dan sangat dalam jika disampaikan dalam istilah maupun bahasa sufisme klasik. Akan tetapi, beliau mampu menyempaikannya dengan bahasa yang lugas dan amat sederhana, disertai contoh dan kisah yang teramat mudah dipahami. Sedemikian sederhana dan mudahnya, hingga semua bahasan mendalam dan teoretik dari para sufi klasik itu menjelma menjadi seakan-akan hanyalah sebuah nasihat biasa. Padahal, esensi yang beliau sampaikan dibandingkan dengan esensi yang diajarkan para sufi klasik melalui pembahasan yang tampak rumit, sebenarnya adalah sama.

Bawa Muhaiyaddeen tidak mendidik muridnya untuk menjadi Islamolog maupun pengkaji tasawuf yang hafal pelbagai istilah rumit, dan menjadikan para muridnya menang dalam setiap perdebatan ilmiah. Yang Bawa lakukan adalah mendidik para muridnya untuk hidup dan ‘bernafas’ dalam teori-teori tersebut sehingga esensinya mampu ditangkap oleh murid-muridnya. Kami kira, analogi yang baik untuk Beliau adalah, ia tidak mengajarkan teori tentang laut kepada ikan-ikan. Ia mengajarkan ikan-ikan untuk hidup dengan benar di dalam laut, dengan tetap membawa jati dirinya masing-masing.

Hal yang luar biasa, adalah fakta bahwa beliau seorang muslim buta huruf sederhana, yang melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam hutan-hutan di Sri Lanka. Akan tetapi kedalaman ilmunya membuatnya kemudian dikenal masyarakat di Amerika sehingga Beliau dibawa ke negeri mereka untuk menjadi pembimbingnya di sana. Sangat menarik melihat murid-muridnya—yang sebagian besar merupakan masyarakat kulit putih dengan tingkat pendidikan yang tinggi—menerima pengajaran dari seorang yang biasa hidup bersahaja di pedalaman hutan Sri Lanka. …”

: : : : : : : :

Buat sahabat-sahabat yang dari dulu (banget) menanyakan kenapa buku ini nggak beredar di toko buku dan terus mencoba mendapatkannya, well, sekarang sudah ada penerbit yang menerbitkan buku ini.

Kalo dulu memang kami terikat perjanjian dengan Bawa Muhaiyaddeen Fellowship untuk hanya mengedarkan buku ini di kalangan internal pengajian saja, sebagai bahan bacaan wajib para salik. Sekarang, monggo… sudah dapet ijin. Insya Allah segera beredar di toko buku resmi. Sejauh ini sudah ada di jaringan toko buku Toga Mas dan Gramedia.

Tapi buat yang masih ‘ingin lebih segera lagi’ dapetinnya (like, di komen-komen disini) termasuk teman-teman dari Malaysia, maupun sahabat-sahabat di luar, bisa pesen lewat pos atau kurir di Pak Apuy Sobari (+62-856-240-67-250), pemilik Toko Buku Sobari. Tulisan back cover buku itu pun ada di sana. Kalo kata pengantar penerjemahnya, ada di sini.

Oh ya, Untuk Jakarta dan sekitarnya, boleh juga menghubungi Bapak Avan (0812-902-3152), atau surat elektronik ke avannoer |at| gmail |dot| com.

Jangan pesen ke saya ya, karena saya sendiri cuma nerjemahin, gak jualan.😉 Komen? di sini.

*** Edit: Mulai Juli 2008, buku ini sudah bisa didapatkan di toko buku.

Kalo kehabisan, bisa lewat:

apuy, di http://www.tokobukusobari.blogsome.com, apuythea@gmail.com, hp/sms +62-856-240-67-250

Irene, (022)730-19-19; hp/sms +62-812-2325-192

‘Guru Sejati dan Muridnya’ Sudah Diluncurkan

50 thoughts on “‘Guru Sejati dan Muridnya’ Sudah Diluncurkan

  1. Alhamdulillah. Akhirnya salah satu buku official Sheikh Bawa Muhaiyaddeen ral. hadir di Indonesia. Semoga buku ini menambah khazanah bagi mereka yang merindukan dan mencari Kesejatian Diri.

    “Kepada mereka semua yang mengatakan mereka percaya kepada Tuhan, tolong sadari dengan iman bahwa Tuhan mendengarkan segala perkataan yang kau ucapkan. Tuhan mengetahui segala pikiranmu. Menyadari hal ini, berbicaralah dengan benar dan hanya bertindak dengan sifat-sifat kasih sayang Tuhan, belas kasih, adil, sabar, dan menyadari sepenuhnya bahwa setiap kehidupan sama pentingnya dengan hidupmu.” -Bawa Muhaiyaddeen

    Ya Allah, bimbing kami dalam mengenal-Mu dan mencintai-Mu. amin

  2. Boleh tahu sisilah nya?
    apakah sampai ke Rasullulah SAW?
    misalkan Bawa berguru ke siapa, lantas gurunya siapa,.. dst
    apakah sampai kepada Rasulullah?:roll:

  3. yyuana says:

    Alhamdulillah, saya udah punya buku ini….
    kayaknya harus punya, karena ga akan bosan2 untuk membacanya walaupun udah tamat.

    Makasih bang herry…kapan ya saya bisa dapat tanda tangannya???

  4. Sidi Om says:

    Mursyid itu seorang pemberi pertunjuk.
    Penerima Pertunjuk sebenar itu aqal.
    Aqal mendapat pertunjuk dari hati.
    Hati mendapat pertunjuk dari Nyawa.
    Nyawa itu dari Rahsianya.
    Rahasia itu dari Qur’an nur Kariim.
    Ilmu itu rahsia kalamallah.
    Salam.

  5. herasamo says:

    saya sudah membeli buku GURU SEJATI & MURIDNYA terjemahan pak herry..buku yang bagus…semoga kegelisahan2 saya selama ini mengantarkan saya pada kesejatian…sejujurnya,beberapa hari yg lalu saya dibuat kesal oleh seorang teman yg mengatakan “”mumpung belum kiamat lho..””” hanya karena saya tidak ikut taklim manapun yg dia tawarkan…:sad: menurut pak herry saya harus bersikap bagaimana ya?? o,y, saya seorang perempuan pak:cry::cry::cry::cry::cry:

  6. “Banyak baca jadi banyak lupa..sedikit Baca sedikit juga lupanya”

    “Semakin banyak buku yang dibaca dan semakin gw ngga menjadi diri Gw sendiri”

    Keep Rockin😈

  7. As salamu’alaikum

    Mas Herry, saya mengucapkan terima kasih atas segala jerih payah mas herry dalam menerjemahkan buku ini. Jangankan membaca isinya melihat sampulnya saja sudah menciptakan rasa ‘rindu’ di dalam hati. When I look at the cover, a mysterious feeling emerged “I miss my home”.

    Semoga Allah Swt selalu menjaga mas Herry dan Keluarga. amin
    Dan kepada Sheikh Bawa Muhaiyaddeen, semoga Allah Swt mensucikan jiwanya. amin

  8. rahayu says:

    Ass. wr.wb

    Mas Herry, saya bisa minta tolong….(please…)

    Saya sangat ingin membaca “Come to the secret garden” nya Bawa Muhaiyaddeen, utk mengobati rasa rindu….

    Seingat saya, teman2 di Paramartha banyak yang punya copy-annya. Apa saya bisa minta tolong di-kopi-in?? Ntar saya bayar dulu deh biayanya. Bisa yaa….Coz di surabay sini, saya tidak nemuin hal2 seperti itu….Makasih banyak sebelumnya

    Rahayu

  9. purnomo says:

    ass wr wb
    salam kenal mas herry

    saya sudah baca terjemahan mas,meskipun ada kesalahan teknis pada bab kata pengantar (halamannya terbalik) tapi tetap asyik dibaca koq

    sebelum baca buku terjemahan tersebut, saya baca buku Last Barrier-nya Reshad Feild. Saya liat ada benang merah kedua buku tersebut, yakni mengenai tidak bolehnya ada kebimbang raguan bagi murid terhadap guru sejatinya.Sang guru akan membakar tumpukan kapas yang dibawa murid dengan percikan api kebenaran yang dibawa Sang Guru Sejati.

    Namun, kalau saya boleh tanya sama mas Herry,bagaimana kita bisa tahu bahwa yang kita hadapi ini adalah Guru Sejati,bukan guru biasa,apalagi guru palsu. Saya sekarang belum dipertemukan dengan Guru Sejati,namun dalam hati saya ada keyakinan bahwa untuk mendapatkan kebenaran, harus dibimbing guru sejati.Namun besarnya keyakinan saya akan guru sejati sama besar dengan keraguan saya bagaimana menentukan bahwa seseorang itu Guru Sejati.

    Kembali saya berpikir,apakah mungkin murid Lia Eden, Ahmad Moshadeq, menganggap mereka adalah guru sejati, dan penentangan kepada mereka akan direspons oleh pengikutnya sebagai ujian atas keyakinan terhadap Guru Sejatinya,sementara masyhur ulama memvonis mereka adalah sesat.

    tolong pencerahannya ya mas
    terima kasih sebelumnya
    wasalam

  10. purnomo says:

    Ass wr wb
    mas Herry,terima kasih atas pencerahannya
    saya sedikit menemukan jawaban dari postingan mas yang lain
    wasalam

  11. @ rahayu:

    Saya nggak tau siapa saja yang punya buku itu. Pernah pinjam sekali karena berniat menerjemahkan beberapa kisah dari sana, tapi buku asli. Mosok saya kopi buku itu dan saya tawarkan disini? Itu jelas-jelas mbajak namanya🙄🙂

    Bukannya terjemahannya sudah ada di toko buku? Kalo gak salah terbitan mizan. Hardcover, beberapa edisi.

  12. @ Purnomo:

    Jika di buku itu ada salah cetak atau halaman terbalik, monggo ditukarkan saja dengan yang tidak salah cetak, ke tempat belinya.

    @ Purnomo lagi:

    terima kasih kembali. Di artikel yang mana ya, jawabannya ketemu?

  13. adjipamungkas says:

    buat sahabat sahabat yang di makassar yang ingin memiliki buku tersebut silahkan kontak kajian bina qalbu makassar kontak person pak salim 0811444723

  14. adjipamungkas says:

    :roll:dengar dengar..kabar bakal ada buku tentang suluk lagi yang bakal terbit …dari pustaka prabajati…buat para “pencari” siapkan :?:…apa yang perlu di siapkan:mrgreen:

  15. Assalamu ‘alaikum Mas Herry,

    Salam silaturrahim sebelumnya. Apakah buku ini masih bisa didapatkan di toko buku Gramedia untuk saat ini?

    Terima kasih atas penjelasannya🙂

    Wassalam

  16. @ Herry
    kalau di Bandung sih, di gramedia ada. Toga Mas juga ada. Di jakarta saya nggak tau..

    Mas Herry posisi di Bandung?
    Bisa temu darat?

  17. Ass Wr Wb, Kang, boleh kita kenal lewat web dan bagaimana cara saya bisa masuk ke arena “Tanya Jawab”, masalah “Guru Sejati dan Muridnya” makna yang sebenarnya antara Ruh dan Jasad benarkah ? , nuhun, Wss Wr Wb.

  18. agus hamid fauzy says:

    ass..kang herry..setelah saya membaca buku terjemahan kang herry , hati saya sangat tergugah untuk bisa berdiskusi langsung dengan kang herry…kalau kang herry berkenan, bolehkah saya tahu no kontak kang herry atau alamat dimana saya bisa menemui kang herry? saya tunggu jawaban akang di email saya. nuhun…
    wassalam.

  19. didit says:

    kemarin cari2 ke gramedia matraman abies … ternyata oh ternyata itu buku lama 2008 awal. apakah masih dicetak mas ? saya pgn membacanya …

  20. Roby says:

    Hampir semua gramedia di JKT sudah saya datangi, ada tercantum judul buku ini tapi stocknya 0, kapan diperbanyak lagi kang Herry ? saya masih ingin membacanya nih.

  21. Pakcu Him says:

    Assalamu’alaikum wr.wb. sdr. Harry,
    Saya dari Semenanjung Malaysia merasakan amat bertuah dapat melihat blog ini dan lebih bertuah apa yang dicari selama ini buku seperti ini, ya adanya disini. Kalau boleh sdr. Harry tunjukkan toko buku yang ada di Malaysia yang menjual buku ini atau sebaiknya saya pesan terus dari Toko Buku Sobari di Indonesia.
    Sesudah dapat bukunya bagaimana mendapatkan Guru Sejatinya, harap sdr. berikan jawapan.
    Terima kasih

  22. . says:

    Ajaran sejati bukan suatu agama tertentu, juga tidak mengajar orang untuk berganti agama. Agama berarti sesuatu yang menyatukan kita dengan Tuhan. Setelah jangka waktu tertentu, kita melupakan ajaran yang sejati dan lebih mementingkan ritual, uapacara dan dogma-dogma, dan kita kemudian mejadi budak-budaknya. Setelah itu, yang tersisa dalam nama agama hanyalah pengumpulan umat dan penggalangan dana.

    Kerohanian yang melandasi agama-agama adalah sama. Bila kita melakukan penelitian dengan hati terbuka; kita boleh meneliti ajaran para Suci manapun, dari tempat manapun; kita pasti akan menemukan bahwa mereka semua telah mengkhotbahkan Kebenaran rohani yang sama.

    Jadi, kita berkepentingan dengan Kebenaran rohani yang sama itu, yang merupakan warisan semua manusia.

  23. . says:

    Para Suci dapat datang dalam agama apa saja, negara apa saja, dalam ZAMAN APA SAJA. Mereka selalu mengkhotnahkan Kebenaran sederhana yang sama; namun malangnya, setelah mereka pergi, para pengikut mereka kemudian menafsirkan ajaran mereka menurut cara mereka sendiri dan berusaha untuk mengikat mereka dalam suatu bentuk organisasi. Akibatnya, yang tersisa bagi mereka hanyalah ritual dan uapacara dan mereka melupakan ajaran yang sejati dari para Suci.

    Kemudian, seorang Suci lain muncul di tempat lain dan menghidupkan kembali ajaran lama yang sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s