Justru Karena Kami Yahudi

Rabbi Weberman

Disampaikan oleh Rabbi Mordechi Weberman di bawah perlindungan the Palestine Right of Return Coalition (Al-Awda NY/NJ), pada sebuah demonstrasi di depan Konsulat Israel, Jumat 26, Juli 2002. Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Herry Mardian.

ORANG-ORANG bertanya mengapa kami berdemonstrasi dengan orang-orang Palestina. Mengapa kita mengibarkan bendera Palestina? Kenapa kami mendukung tuntutan-tuntutan Palestina?

“Kalian adalah orang-orang Yahudi!” kata mereka pada kami. Apa yang kalian lakukan?

Dan tanggapan kami, yang ingin saya bagi dengan Anda sore ini, sebenarnya sangat sederhana.

Justru karena kami Yahudi, maka kami berdemonstrasi dengan Palestina dan mengibarkan bendera mereka!

Justru karena kami Yahudi, maka kami menuntut agar bangsa Palestina dipulangkan ke rumah mereka dan tanah-tanah mereka!

Dalam Taurat kita, kita diajarkan bahwa terlarang bagi kita untuk memiliki negara sendiri, walaupun seandainya semua negara, termasuk bangsa Palestina, bersedia untuk memberikannya pada kita. Benar bahwa dalam Taurat kita dikatakan bahwa Y-H-W memerintahkan pengucilan bangsa Yahudi sekitar dua ribu tahun yang lalu. Lalu dengan tegas Dia melarang kita untuk mengakhiri hukuman pengucilan yang langsung diberikan oleh Y-H-W ini. Talmud jelas-jelas menyebutkan bahwa Y-H-W pernah mengambil sumpah kita atas tiga hal: Satu, bahwa kita tidak akan pernah menduduki Tanah Israel. Dua, terlarang bagi kita untuk mengangkat senjata terhadap bangsa apapun. Tiga, terlarang bagi kita untuk mengajukan penebusan (atas pengucilan ini–penerj.) sebelum waktunya. Kita diperintahkan untuk menunggu dengan sabar, sampai tiba waktunya ketika Y-H-W sendiri menetapkan waktu yang terbaik untuk mengakhiri hukuman pengucilan. Saat itu, semua bangsa akan mengenal Y-H-W yang tunggal dan seluruhnya akan mengabdi pada-Nya dalam perdamaian.

Hal kedua, kita diperintahkan untuk menjadi orang baik dan penuh kasih sayang. Tentu saja terlarang bagi kita untuk mencuri, membunuh, dan semacamnya. Benar, dalam kitab kita Taurat, kita diperintahkan supaya berlaku adil. Kita diseru untuk menegakkan keadilan. Nah, apa yang lebih tidak adil dari upaya seabad gerakan Zionis untuk menduduki tanah bangsa lain, mengusir penduduknya dan mengambil barang-barangnya? Para Zionis awal mengklaim bahwa mereka adalah penduduk tanpa wilayah, dan pergi ke wilayah tanpa penduduk.

Kalimat yang kedengarannya sungguh innocent.

Tapi seluruhnya dan sepenuhnya salah.

Palestina adalah wilayah berpenduduk. Dan ketika itu penduduknya sedang membangun kesadaran bernegara.

Kami sama sekali tidak ragu jika seandainya para pengungsi Yahudi dahulu, datang ke Palestina tanpa niat mendominasi, tanpa niat mendirikan negara Yahudi, tanpa niat mengambil kepemilikan, tanpa niat mencabut bangsa Palestina dari hak-hak kemanusiaan mereka, maka mereka akan menerima bangsa Yahudi dengan keramahan yang sama seperti yang diberikan orang-orang Islam kepada bangsa Yahudi sepanjang sejarah. Dan kita sekarang akan hidup berdampingan seperti ketika dahulu Islam dan Yahudi pernah hidup berdampingan di tanah Palestina dalam damai dan harmoni.

Kepada umat Islam dan bangsa Palestina di seluruh dunia, dengarkanlah apa yang ingin kami sampaikan–ada banyak orang Yahudi di seluruh dunia yang mendukung tuntutan-tuntutan kalian. Dan jika kami mengatakan bahwa kami mendukung tuntutan kalian, kami tidak memaksudkannya kepada sedikit wilayah negara bagian dari skema usulan tahun 1947.

Jika kami mengatakan bahwa kami mendukung tuntutan kalian, kami tidak memaksudkannya kepada bagian potongan wilayah Tepi Barat yang ditawarkan oleh Barak di Camp David dengan ketetapan hukum, yang diperuntukkan bagi kurang dari sepuluh persen pengungsi.

Maksud kami, tidak lain adalah mengembalikan seluruh wilayah, termasuk Jerusalem, kepada kedaulatan Palestina!

Dan saat itu, ketetapan hukum menghendaki bahwa bangsa Palestina harus memutuskan apakah bangsa Yahudi tetap diijinkan tinggal di sana, dan berapa jumlahnya.

Inilah satu-satunya jalan untuk mencapai rekonsiliasi yang sesungguhnya.

Namun kami bahkan menginginkan lebih dari itu. Kami menuntut, ketika wilayah dikembalikan kepada pemilik yang sebenarnya, itu pun bahkan belum cukup bagi kami. Harus ada permintaan maaf kepada bangsa Palestina dengan jelas dan akurat. Zionisme menzalimi kalian. Zionisme mengambil rumah-rumah kalian. Zionisme mengambil tanah-tanah kalian.

Karena dengan menjelaskan hal itu, kami menjelaskan pada seluruh dunia bahwa kami adalah umat Taurat, bahwa agama kami menghendaki agar kami menjadi orang-orang yang jujur, adil, taat, dan pemurah.

Kami telah menghadiri ratusan demonstrasi pro-Palestina selama bertahun-tahun dan kemana pun kami pergi, para pemimpin dan audiens menyambut kami dengan kehangatan dan keramahan bangsa Timur Tengah. Bohong jika dikatakan bahwa bangsa Palestina, atau Muslim, benci kepada Yahudi. Kalian benci ketidakadilan. Bukan Yahudi.

Jangan takut, sahabat-sahabat. Kejahatan tidak akan pernah lama berjaya. Mimpi buruk Zionisme sudah mendekati akhirnya. Zionisme sedang menjelang kepunahannya. Tindakan brutalnya yang terakhir adalah getar sakratul maut dari seorang yang sudah tak bisa sembuh.

Kita semua masih akan hidup untuk melihat hari ketika bangsa Yahudi dan bangsa Palestina saling berdampingan dalam damai di bawah bendera Palestina, di Yerusalem.

Dan pada akhirnya, ketika Sang Penebus Umat Manusia datang, derita hari ini akan lama terlupakan di dalam perahmatan-perahmatan masa yang akan datang.

(Kunjungi kami di: http://www.nkusa.org – e-mail info@nkusa.org)

Dikutip dari [http://www.nkusa.org/activities/Speeches/nyc072602.cfm], diterjemahkan oleh Herry Mardian

: : : : : : : :

MASIH mengira bahwa bangsa Yahudi sama saja, dan ‘dilaknat Allah?’ Well, ada bangsa Yahudi, ada ideologi Zionisme, dan ada negara Israel, ada lagi Bani Isra’il. Di sisi lain, orang Yahudi yang masuk agama Nasrani, bahkan masuk Islam pun, banyak sekali. Di atas tadi pidato seorang Rabbi Yahudi, Rabbi Weberman. Semoga bisa membuat kita lebih akurat dalam melihat persoalan, maupun menjaga diri dari melabelisasi bangsa maupun orang tertentu.

Artikel terkait:

** Judaism and Zionism are Not The Same Thing
** The Difference between Judaism and Zionism
** What is “The People of Israel”, and What is “Zionism”?

Justru Karena Kami Yahudi

36 thoughts on “Justru Karena Kami Yahudi

  1. Ahmad says:

    Assalamu’alaikum mas herry….
    dari uraian singkat diatas, apakah masih ada ajaran Nabi Musa as yang benar2 sesuai dg ajarannya??kan byk rumor ternyata Taurat yang telah diwahyukan ke N.Musa as sudah byk yg diubah isi2nya sama halnya dengan injil….
    apa kita umat islam harus membuka tangan kepada orang yang tidak memerangi kata skalipun itu agama yahudi yang notabenenya,selalu memusuhi umat islam??

    makasih mas..
    Wass….

  2. Wa alaikum Salaam Wr Wb

    Jika seseorang kebetulan dilahirkan sebagai seorang keturunan Yahudi, apakah otomatis ia menjadi musuh Islam, atau otomatis dilaknat Allah? Tentu tidak.

    Harus dibedakan antara idealisme zionis, Yahudi sebagai bangsa, dan yahudi sebagai ideologi. Keturunan Yahudi yang memilih masuk Islam pun banyak. Demikian pula yang berusaha menggali nilai-nilai terdalam dari Taurat, terlepas dari telah berubahnya kitab tersebut.

    Taurat maupun Injil adalah ‘karya’ Allah. Meski telah dirubah dan disamarkan, tapi kebenaran yang dikandung dalam sebuah karya Tuhan yang Maha Takterhingga mustahil lenyap seratus persen sehingga kebenaran di dalamnya menjadi nol.

    Al-qur’an pun, bukankah masih banyak saja yang mencocok-cocokkan makna ayat tertentu demi kepentingan politik tertentu, atau kepentingan orang tertentu.

    Tulisan di atas hanya dimaksudkan supaya kita tidak memandang kebangsaan Yahudi dengan terlalu sederhana, bahwa “yahudi = musuh = laknat Allah = Neraka”. Tidak sesederhana itu.

  3. Saya kutip ulang komentar saya yang lalu (komentar #1864) di sini:

    : : : : : : : :

    Istilah Yahudi, ada “bangsa” Yahudi, ada “Ideologi” Yahudi. Yahudi sebagai bangsa, tidak serta-merta menyetujui penyerbuan ke palestina. Ada bangsa (keturunan) Yahudi yang beragama Nasrani, bahkan keturunan Yahudi yang masuk Islam pun banyak. Bahkan yang beragama Yahudi pun, kalau kita lihat beberapa artikel koran, contohnya artikel opini koran Tempo hari ini, ada banyak tentara Israel yang menolak untuk ikut serta dalam penyerbuan ke Palestina dengan menerima resiko desersi, dipecat, karir ketentaraannya hancur dan dipenjara.

    Pada sisi lain, ada “Yahudi” yang berupa ideologi atau keyakinan, dan ini bisa bangsa apapun, walaupun memang sebagian besar bangsa Israel berideologi Yahudi. Penganut ideologi ini bukan hanya bangsa Israel. Arab, Asia, Afrika, maupun Eropa, banyak yang termasuk ke sini, baik dinyatakan secara formal maupun tidak. Juga dalam ajaran tasawuf, manusia bisa saja tanpa disadari justru membesarkan dan memelihara aspek ke-Yahudi-an dalam batinnya sendiri. Walaupun ia seorang muslim secara lahiriah.

    Memang, walaupun seseorang kebetulan keturunan Yahudi, belum tentu ideologinya adalah yahudi. Bisa saja ia memilih menjadi seorang atheis, atau bahkan menjadi muslim. Apakah karena kebetulan seorang anak lahir dari orangtua keturunan Yahudi, maka ia otomatis jadi manusia terkutuk dan dilaknat Allah? tentu tidak.

    Maka itu pertanyaan natural: apa sebenarnya yang dimaksud “Yahudi” dalam Qur’an, apakah kaitannya dengan kebangsaan? Atau ada hal lain di sana? Padahal Q. S. [2] : 62 mencantumkan,

    “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

    Mari kita cermati hadits,

    “‘Setiap anak lahir fithrah. Orangtuanyalah yang menjadikannya Nasrani, Yahudi atau Majusi.”

    Hadits yang “aneh”. Jika orangtuanya muslim, misalnya, mungkinkah ia membesarkan anaknya menjadi nasrani atau yahudi? Maka untuk siapa hadits itu? Ini artinya bahwa dalam setiap diri manusia pun ada aspek ke”yahudi”-an dan aspek ke-“nasrani”-an. Dalam pengertian yang lebih dalam, dalam khazanah tasawuf ini juga berarti bahwa orangtualah yang menjadikan aspek mana yang tumbuh dan dominan dalam batin seorang anak, meskipun ia secara formal mungkin seorang muslim.

  4. Makasih mas herry,,,
    jadi 1 golongan umat Nabi Muhammad SAW yang dikatakan berada dijalan yang Lurus itu besar kemungkinan dia-meskipun berasal dr kalangan non muslim tp dikehendaki Allah SWT untuk jd golongan tersebut- termasuk y mas…

    makasih mas…maturnuwun sanget….ngasih pandangan lain…
    karena selama ini saya terbawa arus info yg melihat dari satu sisi saja….😕

  5. Kalau menurut saya –pribadi–, setelah periode kenabian Nabiyullah Muhammad s.a.w., mau tak mau harus melalui metode beliau, karena apa yang beliau bawa menyempurnakan sekaligus menutup (baca: menyelesaikan apa yang dimulai oleh) metode-metode sebelumnya.

    Tapi, karena esensi dari apa yang dibawa semua nabi adalah sama, bisa jadi, jika masih menjalani metode-metode nabi sebelumnya –jika memang masih bisa mengakses metodenya yang belum terkontaminasi (mungkin esensi ajarannya?)–, akan terbawa juga ke esensi metode Muhammad s.a.w., meski dari luar tidak terlihat, atau tampak sedang melakukan metode rasul yang lainnya.

    Ibaratnya, dulu menulis satu buku dengan pena, tinta dan kertas. Lalu datang metode baru, dengan mesin tik. Kini dengan keyboard, layar komputer dan printer. Apakah dengan hadirnya keyboard dan printer membuat metode menulis dengan kertas dan pena menjadi batal dan tidak lagi bisa menulis buku? Kan enggak🙂

    Matur nuwun sanget, mas Ahmad😉

    Mungkin tulisan Mas Imam Suhadi, “Golongan Yang Selamat, Golongan Mana?” bisa lebih membantu memandang persoalan golongan-golongan.

  6. Salam semua,
    Kita bisa bersatu atas nama Islam. Waima Islam telah di kaburi oleh manusia. Torah di 2kan dengan Taurat. Injil di 2kan dengan Gospel. Quran di 2kan dengan Hadis. Maka Islam yang di bawa oleh nabi Musa,nabi Isa dan nabi Muhammad pun mengalami kaburan. Maka tidak mampu bersatu padu walau semuanya amal maarif nahi mungkar dan percaya pada 1 Tuhan.

    Jika pencerahan berlaku pada semua agama,nescaya mereka akan bersatu di atas dasar Islam dan Tuhan yang Satu.
    Rujuk rencana “All Religions Unite” dan “Oh Muslims Think” di..

    http://warongpakyeh.blogspot.com

  7. Assalamu’alaikum
    Mau nyumbang pendapat mas…
    Kalo menurut Saya neh mas, yang awam dalam masalah Agama. Nabi Muhammad itukan penutup dari Para Nabi. Jadi semua syariat yang ada pada Nabi sebelumnya itu dah nggak berlaku lagi karena dah ditutup dengan aturan yang dibawa Nabi Muhammad. Nggak mungkin kan kita ikut syariat Nabi musa,dilarang kerja, dilarang perang, dll pada hari sabtu. Kita cuma yakin aja kalo nabi Musa itu benar, syariatnya benar tapi nggak ikut ngelaksanainnya.

    Kalo salah tolong benerin mas
    Tengkyu 😀

  8. yang masih belajar says:

    Itulah masalahnya kalo kita hanya beragama. Bagian terbesar dari agama hanya mengajarkan cara ‘menyembah’ Tuhan. Kalau yang diperdebatkan hanya cara ‘menyembah’ maka tidak akan pernah ada kata sepakat, ingat “banyak jalan menuju roma”.

    Yang terpenting dari semua itu adalah kenali Tuhan-mu, karena Tuhan tidak mungkin berbeda. Tuhan-nya kaum muslimin, nasrani dan yahudi tidak berbeda, pasti Dia – Dia juga, karena Dia maha ada, maha hidup, mutlak, dan segala maha adalah kepunyaanNya, Dia yang awal Dia yang akhir, Dia yang bathin Dia yang Zahir, Dia “laisa kamislihi saiun”.

    Nah, kita ada sekarang ini, terlahir untuk apa?
    Yang utama adalah untuk mengenal “Dia” Tuhan kita, setelah itu baru kita tahu misi kita apa, tugas kita apa. Bagaimana mau tahu apa tugas kita kalau yang memberi tugas saja kita tidak kenal.

    Mohon maaf kalau kurang berkenan

  9. T U L I S A N – K O P I – P A S T E

    Kutipan ini mungkin menambah wawasan kita:

    : : : : : : : :

    Judaism and Zionism are Not The Same Thing

    We would like to take a few minutes of your time to prevent you from making a terrible mistake that may have disastrous results for many.

    You have always without a doubt heard and read much about the political crises in the Middle East in which the State of Israel plays a central role. This is, in fact, an ongoing series of crises with potential to bring the greatest misfortune on the entire world. Tragically many believe that Zionism and Judaism are identical. Thus they conclude that the entire Jewish people is responsible for the actions of the Zionist government and the world crises which emanates from it. This is a Grave Error!

    The truth is that the Jewish faith and Zionism are two very different philosophies. They are as opposite as day and night. The Jewish people have existed for thousands of years. In their two thousand years of Divinely decreed exile no Jew ever sought to end this exile and establish independent political sovereignty anywhere. The people’s sole purpose was the study and fulfillment of the Divine commandments of the Torah.

    The Zionist movement created the Israeli state. The latter is a persuasion less than one hundred years old. Its essential goal was and is to change the nature of the Jewish people from that of a religious entity to a political movement. From Zionism’s inception the spiritual leaders of the Jewish people stood in staunch opposition to it.

    To this day Torah Jewry remains forever loyal to its faith. Zionists want the world to believe that they are the representatives of the entire Jewish people. This is false! The Jewish people never chose them as their leaders.

    The Zionists have deceived many well meaning Jewish people via terror, trickery and false propaganda. They have at their disposal the use of a nearly universally subservient media. Whoever attempts to criticize them puts his livelihood and, at times, his very life in danger.

    However, despite the media blackout and easy resort to terror the simple truth remains unrefuted and irrefutable: ACCORDING TO THE JEWISH FAITH AND TORAH LAW THE JEWISH PEOPLE ARE FORBIDDEN TO HAVE THEIR OWN STATE WHILE AWAITING THE MESSIANIC ERA!

    The Creator gave us the Holy Land thousands of years ago. Yet, when we sinned, He took it away and sent us into exile. Since that time our task is to wait for Him to send the Messiah. At that time, the Creator alone, without any human being lifting a hand or saying a word, will bring us together and take us out of exile. He will likewise establish universal peace among all mankind and all will serve Him in good will.

    Some religious Jews, confused by Zionist propaganda quote Biblical verses that state that G-d gave the children of Israel the Holy Land. They overlook, unfortunately, those verses which say that He took it away due to our sins. They further ignore those prophecies which explicitly describe the last exile’s conclusion as a Divine, not a human process.

    The Creator has commanded every Jew to follow the ways of peace and to be loyal to the country where he lives.

    Torah true Jewry waits patiently for the Messianic redemption. They have nothing to do with any kind of pseudo “Jewish State” and its aggressions against other peoples. They have a deep sympathy for the plight of the Palestinians who have suffered the most from Zionism’s false teachings and barbaric actions. The Zionist state is not a Jewish state. The Zionists alone are the only ones responsible for their actions. Authentic Jewry has and will continue to oppose the very existence of this blasphemous state.

    May all mankind witness the true redemption. []

    Sumber: http://www.nkusa.org/AboutUs/Zionism/judaism_isnot_zionism.cfm

  10. T U L I S A N – K O P I – P A S T E

    The Difference between Judaism and Zionism.

    http://www.nkusa.org/AboutUs/Zionism/judaism_v_zionism.cfm

    Judaism believes in One G-d who revealed the Torah. It affirms Divine Providence and, accordingly, views Jewish exile as a punishment for sin. Redemption may be achieved solely through prayer and penance. Judaism calls upon all Jews to obey the Torah in its entirety including the commandment to be patriotic citizens.

    Zionism rejects the Creator, His Revelation and reward and punishment. Among its fruits are the persecution of the Palestinian people and the spiritual and physical endangering of the Jewish people. It encourages treasonous, dual loyalty among unsuspecting Jews throughout the world. At its root Zionism sees reality as barren and desacralized. It is the antithesis of Torah Judaism.

    There is a vile lie, which stalks the Jewish people across the globe. It is a lie so heinous, so far from the truth, that it can only gain popularity due to the complicity of powerful forces in the “mainstream” media and educational establishment.

    It is a lie which has brought many innocent people untold suffering and if unchecked has the potential to create extraordinary tragedy in the future.
    It is the lie that declares that Judaism and Zionism are identical.

    Nothing could be further from the truth.

    Judaism is the belief in revelation at Sinai. It is the belief that exile is a punishment for Jewish sins.

    Zionism has for over a century denied Sinaitic revelation. It believes that Jewish exile can be ended by military aggression.

    Zionism has spent the past century strategically dispossessing the Palestinian people. It has ignored their just claims and subjected them to persecution, torture and death.

    Torah Jews the world over are shocked and pained at this short-lived dogma of irreligiosity and cruelty. Thousands of Torah scholars and saints have condemned this movement from its inception. They knew that the pre-existing good relationship between Jews and Muslims in the Holy Land was bound to suffer as Zionism advanced.

    The so-called “State of Israel” stands rejected on religious grounds by the Torah. Its monstrous insensitivity to the laws of basic decency and fairness appall all men be they Jewish or not.

    We of Neturei Karta have been in the forefront of the battle against Zionism for over a century.

    Our presence here is to refute the base lie that the evil, which is Zionism, in some way represents the Jewish people.

    The reverse is true.

    We are saddened day in and day at the terrible toll of death emanating from the Holy Land. Not one of them would have occurred if Zionism had not unleashed its evil energies upon the world.

    As Jews we are called upon to live in peace and harmony with all men. We are exhorted to be law abiding and patriotic citizens in all lands.

    We condemn the current Zionist atrocities in the Holy Land. We yearn for peace based upon mutual respect. We are convinced that this proposed mutual respect is doomed to fail as long as the Israeli state exists. We welcome its abolition in a peaceful manner.

    May we be worthy of true redemption when all men will join in brotherhood in His worship.[]

    http://www.nkusa.org/AboutUs/Zionism/judaism_v_zionism.cfm

  11. T U L I S A N – K O P I – P A S T E

    1) What is “The People of Israel” ?

    * The People of Israel have existed for thousands of years.

    * They have their own particular, essential nature.

    * The Torah is the source of their essential nature.

    * Without Torah and Faith there is no People of Israel.

    * Whoever denies the Torah and the Faith is no longer part of the People of Israel.

    * The purpose of the People of Israel in this world is Divine Service.

    * Their salvation is occupation in Divine Service.

    2) What is Zionism?

    * Zionism is a relatively new thing.

    * It has only existed for a century.

    * Zionism redefines the true essential nature of the People of Israel, and substitutes for it a completely contradictory and opposite character – a materialistic worldly nation.

    * Their misfortune is lack of what other nations possess, i.e. a state and army.

    * Their salvation is possession of a state and army etc.

    * This is clearly spelled out in the circles of Zionist thought, and among the leaders of the Zionist State, that through changing the nature and character of the People of Israel and by changing their way of thinking they can set before the People of Israel “their salvation” — a state and an army.

    The People of Israel oppose the so-called “State of Israel” for four reasons:

    FIRST — The so-called “State of Israel” is diametrically opposed and completely contradictory to the true essence and foundation of the People of Israel, as is explained above. The only time that the People of Israel were permitted to have a state was two thousand years ago when the glory of the creator was upon us, and likewise in the future when the glory of the creator will once more be revealed, and the whole world will serve Him, then He Himself (without any human effort or force of arms) will grant us a kingdom founded on Divine Service. However, a worldly state, like those possessed by other peoples, is contradictory to the true essence of the People of Israel. Whoever calls this the salvation of Israel shows that he denies the essence of the People of Israel, and substitutes another nature, a worldly materialistic nature, and therefore sets before them, a worldly materialistic “salvation,” and the means of achieving this “salvation” is also worldly and materialistic i.e. to organize a land and army. However, the true salvation of the People of Israel is to draw close to the Creator. This is not done by organization and force of arms. Rather it is done by occupation to Torah and good deeds.

    SECOND — Because of all of this and other reasons the Torah forbids us to end the exile and establish a state and army until the Holy One, blessed He, in His Glory and Essence will redeem us. This is forbidden even if the state is conducted according to the law of the Torah because arising from the exile itself is forbidden, and we are required to remain under the rule of the nations of the world, as is explained in the book VAYOEL MOSHE. If we transgress this injunction, He will bring upon us (may we be spared) terrible punishment.

    THIRD — Aside from arising from exile, all the deeds of the Zionists are diametrically opposed to the Faith and the Torah. Because the foundation of the Faith and Torah of Israel is that the Torah was revealed from heaven, and there is reward for those who obey it and punishment for those who transgress it. The entire People of Israel is required to obey the Torah, and whoever doesn’t want to, ceases to be part of the congregation of Israel.

    FOURTH — Aside from the fact that they themselves do not obey the Torah they do everything they can to prevent anyone they get under their power from fulfilling the commands of the Torah, the claims to freedom of religion are lies. They fight with all of their strength to destroy the Faith of Israel.

    The Zionists claim that they are the saviors of Israel, but this is refuted by twelve things:

    FIRST — If one contemplates the two thousand years of our exile, take any hundred years even the hardest, one will not find as much suffering, bloodshed, and catastrophes for the People of Israel in the period of the Zionists, and it is known that most of the suffering of this century was caused by the Zionists, as our Rabbis warned us would be the case.

    SECOND — It is openly stated in books written by the founders of Zionism that the means by which they planned to establish a state was by instigating anti-Semitism, and undermining the security of the Jews in all the lands of the world, until they would be forced to flee to their state. And thus they did – They intentionally infuriated the German people and fanned the flames of Nazi hatred, and they helped the Nazis, with trickery and deceit, to take whole Jewish communities off to the concentration camps, and the Zionists themselves admit this. (See the books Perfidy, Min Hameitzor, etc.). The Zionists continue to practice this strategy today. They incite anti-Semitism and then they present themselves as the “saviors”. Here are two replies given by Leaders of the Zionists during World War II, when they were asked for money to help ransom Jews from the Nazis. Greenbaum said “One cow in Palestine is worth more than all the Jews in Poland.” (G-d forbid).

    Weitzman said, “The most important part of the Jewish people is already in the land (of Israel) and those who are left, are unimportant” (May we be spared).

    THIRD — We see that most of world Jewry lives in security and under good physical conditions, and have no desire to go live in the Zionist State. Whereas many people have left the Zionist State to live under better conditions in other lands.

    FOURTH — The Zionists make a great deal of propaganda to induce people to immigrate to their state. If their state is so beneficial why do they have to make so much propaganda.

    FIFTH — Because nobody wants the Zionists to “save” them. The only way they can get immigrants is by promising poor people material benefits, and even then very few people respond.

    SIXTH — The Zionist State is always threatened by the dangers of war. Whereas the rest of world Jewry live in peace and security, (Except in a few places where the Zionists have undermined their security and fanned the flames of hatred)

    SEVENTH — The Zionist State could not continue to exist without economic support from Jews living outside of the Zionist State.

    EIGHTH — The Zionist State is on the verge of economic collapse, and their money is nearly worthless.

    NINTH — The Zionist State persecute all Jews who are loyal to their Faith.

    TENTH — They start wars that endanger the Jewish People, for the sake of their own political interests.

    ELEVENTH – According to the Torah the path of safety is following ways of peace not starting fights with other nations, as the Zionists do.

    TWELFTH — Even if the Zionists could and would provide physical security it would be at the expense of our Faith and Our Torah the true People of Israel prefer death rather than life at such a cost.

    It is therefore clear that Zionism is not the savior of the people of Israel. Rather it is their greatest misfortune.

    Even though there are some observant Jews and rabbis, who approve of the Zionists, this is not the opinion of the Torah.

    The Zionists have enough control over the American news media to make sure that only their side of the story is heard.

    They make it look like all Jewry and their rabbis are Zionists, but this is false propaganda.

    The most important Rabbis and the majority of religious Jewry are opposed to Zionism, but their voice is not heard because of Zionist control of American news media.

    The Zionists terrorize everyone who speaks out against them.

    That part of the Jewish masses which is fooled by Zionist propaganda puts pressure on their Rabbis not to speak out.

    Between the terror and the pressure of the masses most of the Rabbis are prevented from speaking out.

    We bring three testimonies of the true opinion of the Torah.

    1) In the past two thousand years of the dangers and sufferings of exile not once did any of the Sages of Israel suggest that we make a state to protect ourselves. In every generation we had thousands of Sages well versed in the Torah.

    2) We have thousands of legal work of Torah law that have been handed down to us by the Sages of all generations. Not once do we see a word suggesting the establishment of a state. What we do find is warnings against it.

    3) The founders of Zionism were all atheists who denied the Torah. All the Torah Sages of that time opposed them and opposed Zionism, saying that Zionism would lead only to destruction.

    However the true People of Israel will never change their nature or give up their Faith because of the strength the Creator gives them.

    Zionism is a foreign growth in the body of the Jewish People. The end will be that it will rid itself of this foreign growth and remain pure.

    Zionism has overcome the Jewish people by force, fraud and terror, but none of this will help them because the truth will always remain with the help of the Creator.

    Zionism will not replace the Jewish People. The Jewish People will remain strong in their faith and the Zionist State will cease to exist.

    It is therefore, our demand that the State that calls itself ISRAEL, should cease to exist. Since this won’t be done, we demand that they cease to call themselves “Israel”, because their entire being is in complete opposition to the true People of Israel. The true People of Israel deny them permission to call themselves by that name. The Zionist leaders have no right to set themselves up as the representatives and spokesmen of the true People of ISRAEL.

    Since we know they will not fulfill this demand either we feel that at least we cry out the truth. The truth will always remain the truth. By no means or force can the truth be changed. Even if all the world would say that one and one is three, the truth will remain that one and one is two.

    Let the truth be declared. The use of the Name “ISRAEL” by that State is a complete falsification. The People of Israel have nothing to do with that State. Zionism and its State have no share and no part in the true ISRAEL. []

    Sumber: http://www.nkusa.org/AboutUs/Zionism/opposition.cfm

  12. Yah, memang harus kita sadari bahwa dalam setiap ras, setiap agama, setiap ideologi, maka orang-orang punya pemikirannya sendiri. Tidak bisa digeneralisasi.

    Btw, baca ini jadi inget aliran serupa sufistik dari yahudi.:mrgreen:

  13. T U L I S A N – K O P I – P A S T E

    Judaism is the faith of the Jewish people. It is predicated upon G-d’s existence and His revelation at Sinai.

    At Sinai, in the presence of the assembled multitudes of Jews, recently released via Divine miracles from Egypt, the Creator revealed His Torah to the nation.

    This Torah contains the basic doctrines of our faith, Divine commandments and the narrative of the earliest Jewish and general human encounter with G-d.

    Throughout the centuries Jews pledged their assent to this Torah even when their lives were at stake. They maintained this loyalty with almost unanimous allegiance until the dawn of the modern age. In the three hundred – odd years since the so – called Enlightenment began, Jews and Gentiles throughout European civilization have been losing many souls to its evil clutches.

    Today unfortunately there are many Jews who, through no fault of their own, are ignorant of, and fail to, practice the basics of their faith. This is a great tragedy for many reasons. Perhaps paramount among them is the falsification of Judaism that results when those unaware of its basic assumptions speak to the general public.

    It behooves all Jews loyal to their faith to proclaim to the world the truths of Judaism in as lucid a manner as possible.

    Neturei Karta International is dedicated to the propagation and clarification of Torah Judaism.

    Its only loyalty is to G-d and His revelation.

    One of the basics of Judaism is that we are a people in exile due to Divine decree.

    Accordingly, we are opposed to the ideology of Zionism, a recent innovation, which seeks to force the end of exile. Our banishment from the Holy Land will end miraculously at a time when all mankind will unite in the brotherly service of the Creator.

    In addition to condemning the central heresy of Zionism, we also reject its policy of aggression against all peoples. Today this cruelty manifests itself primarily in the brutal treatment of the Palestinian people. We proclaim that this inhuman policy is in violation of the Torah.

    NKI seeks peace and reconciliation with all peoples and nations. This is especially needed in our relations towards the Islamic world where Zionism has for 53 years done so much to ruin Jewish – Muslim understanding.

    We welcome the assistance of all men of good will and stand ready to assist all whose agenda coincides with ours.

    Sumber: http://www.nkusa.org/AboutUs/mission.cfm

  14. @Nopriansyah:

    Nopriansyah wrote: “Jadi semua syariat yang ada pada Nabi sebelumnya itu dah nggak berlaku lagi karena dah ditutup dengan aturan yang dibawa Nabi Muhammad.”

    Nop, mungkin lebih pas jika dalam konteks apa yang dibawa Rasulullah Muhammad, kita memahami kata “menutup” bukan bermakna ‘tidak memberlakukan lagi’ atau ‘membubarkan’, tapi artinya

    “/menyelesaikan/ apa yang diupayakan oleh yang sebelumnya”

    atau

    “menyelesaikan yang sebelumnya belum selesai”.

    Beliau adalah –segel penutup– dari semua nabi sebelumnya, bukan “nabi baru” yang sama sekali terlepas dari para nabi sebelumnya. Beliau ‘melanjutkan’ hingga selesai, bukan ‘mengganti’. Semua nabi membawa satu esensi Ad-Diin yang sama.
    😉

  15. Yth Mas Herry,

    Saya ada 3 pertanyaan yang berhubungan dengan artikel ini:

    1.Bahasa linggis G-D diterjemahkan menjadi Y-H-W. Yahwe mungkin ya maksudnya. Apakah orang Yahudi menyebut Tuhannya dengan Yahwee?

    2. Yahudi adalah bangsa, dan Yahudi adalah ideologi. Menurut saya, kalau ada bangsa, biasanya ada negaranya. Bangsa Cina, ada negara Cina, dst. Kalau suku atau ras atau kelompok, seperti Indian, Negro, dst, ngga ada negaranya sendiri, tetapi mereka bisa tersebar di berbagai negara. Jadi mungkin maksudnya suku bangsa ya Mas…. Nah, kalau pengikut Nabi Musa disebut apa Mas? Apakah disebut Yahudi juga? (** googling ngga ketemu **)

    3.Musa, Isa, dan Muhammad semuanya adalah cucu Ibrahim. [Merenung sebentar….] Kenapa ya Tuhan melalui agama Islam menyuruh untuk memerangi Yahudi dan Ahli Kitab. Bukankah pada zaman azali dulu Tuhan juga sudah tahu bahwa pengikut keturunan Ibrahim akan konflik terus……
    Halah, kalau dilarikan ke sini, bisa sampai ke penciptaan setan dan Adam… maaf ngga jadi nanya item yang ini Mas.
    Barangkali ada penjelasan lain tentang konflik antar pengikut cucu ini menurut sudut pandang Mas Herry….:???:

    Salam.

  16. mbah lurah says:

    “Kita diperintahkan untuk menunggu dengan sabar, sampai tiba waktunya ketika Y-H-W sendiri menetapkan waktu yang terbaik untuk mengakhiri hukuman pengucilan.”
    Kapan itu waktunya Mas… dan apa yang akan terjadi jika hukuman itu diakhiri? Adakah info-nya di Qur’an?

    “Tindakan brutalnya yang terakhir adalah getar sakratul maut dari seorang yang sudah tak bisa sembuh.”
    Tindakan brutal terakhir yang dimaksud kapan ya Mas…? Bukankan tulisan itu dibuat tahun 2002? Dan ternyata 2008 zionis masih brutal.

  17. mbah lurah says:

    “Kami sama sekali tidak ragu jika seandainya para pengungsi Yahudi dahulu, datang ke Palestina tanpa niat mendominasi, tanpa niat mendirikan negara Yahudi, tanpa niat mengambil kepemilikan, tanpa niat mencabut bangsa Palestina dari hak-hak kemanusiaan mereka, maka mereka akan menerima bangsa Yahudi dengan keramahan yang sama seperti yang diberikan orang-orang Islam kepada bangsa Yahudi sepanjang sejarah.”

    Dan untuk argumen di atas, apakah sikap yahudi yang ingin menguasai itu merupakan sifat bangsa atau oknum?

  18. Son's says:

    Alhamdulillah, masih ada juga umat yahudi yg berpikiran waras dan memilih keyakinan ISLAM. Mereka yg sombong dan Dzalim akan mendapat balasan dari ALLAH SWT. Semoga mereka selalu diberi Hidayah, agar dunia menjadi tentram, damai dan sejahtera. AAmmiinn……:smile:

  19. Tulisan Mas Herry membawa kita pada kesadaran yang sebetulnya sederhana (namun saking sederhananya banyak orang tak menyadarinya): bahwa manusia dengan berbagai labelnya- yahudi, palestina, islam, dll, memiliki kesamaan mendasar: sesama manusia. Sebuah pilihan bagi kita, apakah akan menjalani hidup dalam konflik dan pergulatan tak berkesudahan dengan sesama manusia yang berbeda label..atau mewujudkan hidup dalam damai.
    Yang saya kurang paham..jangan-jangan Tuhan memang “mendorong” hamba-Nya untuk berlaku picik, sehingga dunia ini menjadi ramai, semarak, penuh kisah. Bukankah dalam kedamaian, kisah yang ada hanyalah tentang kidung puja-puji kepada-Nya?

  20. Yuda says:

    Kita tidak dapat memilih lahir atau tidak, tahu-tahu wajib lahir. Kita tidak punya hak memilih lahir dari orang tua yg mana. Jika kiat lahir dr orangtua Kristen kita didorong,disugesti Kristen yg paling benar, bila orangrua kita Budha mk di indoktrinasi bahwa agama Budha ajaran yg paling bagus. demikian juga jika ditetapkan Allah orangtua kita Islam. Memang benar baha agam Islam adalah yg mutakhir. ibarat Software sekarang adalah window vista. multitasking,mudah dipahami,digunakan. Agama terdahulu ibarat DOS,repot. Tapi Allah Maha adil. Sama sulitnya bagi yg dilahirkan dr keluarga Yahudi,Kristen,Budha maupun Islam utk masuk surga. Apakah yg telah ditakdirkan-Nya menjadi anak Yahudi sudah pasti masuk neraka dan yg lahir dr keluarga Islam pasti masuk surga? Memang sesudah Islam di turunkan, sebaiknya ikut Allah masuk Agama Islam, supaya kelak tidak dituntut “sombong” merasa lebih pintar dari Allah. Tapi apakah kita sudah benar-benar Islam? Karena yg beragama Islam belum tentu sudah Islam. Yg sudah Islam belum tentu mukmin. dan yg Mukmin belum tentu Muslim. Rosulullah Muhammad saw bersabda: “kelak umatku akan menjadi 73 firqoh. yg 72 bulat-bulat masuk neraka,yg selamat hanyalah 1 firqoh” Sahabat bertanya:”siapa yg satu firqoh itu ya Rosul?” Rosul menjawab:”Ahlul sunah wal jamaah” sekarang umat Islam beitu banyak ragam. Ada yg suni, ada yg syiah, Ahmadiah,ada yg bercadar dsb. semua mengaku Ahlul sunah wal jamaah. Mari kita luruskan pengertian :”Ahlul sunah wal jamaah”. Ahli menyatukan sunah Rosul baik yg Syariat maupun yg hakikat. Bersyariaat saja kosong tak diterima Allah amalnya. berhakikat saja tak bersyariaat, zindik / menyimpang. Harus berhakikat dan bersyariat. HArus kita pelajari sejarah Islam sejak Muhammad lahir, diangkat jadi Rasul,peristiwa-peristiwa setelah wafatnya, mengapa rosul tidak jadi menuliskan wasiat sewaktu beliau sakit, apa yg terjadi shg Rosul di makamkan menjelang hari ketiga, mengapa Fatimah putri Rosul dimakamkan malam hari, Mengapa cucu Rosulullah y.i Husein dibunuh dan kepalanya di arak-arak, siapa yg berkonspirasi membunuhnya. Mengapa Abu Huairah yg notabene hanya 3 tahun kenal Rosulullah hadisnya paling banyak, sampai 2000an hadis. Koq hadis dari para sahabatnya yg sangat dekat hanya sedikit sekali. Kita jangan terpancing ikut-ikutan menghujat yg telah meninggal berabad lalu lalu sibuk memerangi mashab lain, tapi carilah Islam yg tulen, jangan Islam bawaan ulama-ulama kerajaan. Ulama-ulama Islam (ahlulsunahwaljamaah) yg asli tinggal sedikit sekali. carilah dia, ambil ilmunya. Artikel mursyid-salik dan thariqoh mengarahkan kita kesana.

  21. Salam Pak Yeh.

    You did not need to log in to give comment, so you don’t have to log out🙂

    If you mean that your name stays in comment fields, the browser automatically do that. Just clear the browsers cache memory. Or just type new names or other identity to comment any blogs with your new identities.

    Hope this helps. Salaam.

  22. AlQuran 2:62 “Sesiapa yang percaya(Muslim),dan Yanhudi,dan Nasarani dan Sabain,jika mereka percaya akan Allah dan hari kiamat dan berbuat baik,mereka akan di beri ganjaran dari Allah.”
    Ini adalah bukti bahawa Allah sukakan mereka yang berbuat baik,tidak kira agama.Ini bukti rahmat Allah pada semua orang. Tetapi Hadis mengkontradiksinya dengan berkata semua akan jadi kayu api selain dari Muslim. Jadi apakah Islam kita yang tulin/AlQuran atau yang palsu(hadis).Ada 2 agama di sini satunya agama hadis dan satu lagi agama AlQuran.

  23. ga peduli apapun yang ditulis di atas
    bahkan ga perlu baca ampe abis

    yahudi tu suka pura2.. tukang boong
    bodo amat kalu mereka terpecah or gak,
    none of my biz

    ngapain naro tulisan ini sih mas? mungkin bikin ati adem, tapi
    bikin sebel.

    SUMPAH GAK PERCAYAAA!!!

  24. RA says:

    “ACCORDING TO THE JEWISH FAITH AND TORAH LAW THE JEWISH PEOPLE ARE FORBIDDEN TO HAVE THEIR OWN STATE WHILE AWAITING THE MESSIANIC ERA!”

    Kalo mengacu pada islam, Messiahnya orang Yahudi seharusnya nabi Isa/nabi Muhammad-kan??

  25. @ setyochanel
    Yang saya kurang paham..jangan-jangan Tuhan memang “mendorong” hamba-Nya untuk berlaku picik, sehingga dunia ini menjadi ramai, semarak, penuh kisah. Bukankah dalam kedamaian, kisah yang ada hanyalah tentang kidung puja-puji kepada-Nya?
    Kepicikan hamba Tuhan adalah ujian bagi hamba Tuhan yang lain. Tuhan sendiri sih netral-netral aja…:wink:

  26. ghofar says:

    Para Nabi silih berganti hadir ke muka bumi membawa visi dan misi yang sama : Mengajak manusia untuk tahu dan kenal Allah (Tuhan, God, Gusti Allah.. dll). Mengajarkan tentang ke Esaan Allah dan bagaimana cara mengabdikan ‘berbhakti’ kepada-Nya.

    Peribahasa :
    lain bangsa lain adat istiadatnya
    lain agama lain ritualnya

    Salam Keberkahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s