Doa Ali bin Abi Thalib ra.

ali_calligraphy

“Ya Allah, peliharalah kehormatan wajahku dengan kecukupan. Jangan jatuhkan martabatku dengan kemiskinan, sehingga aku terpaksa mengharapkan rizki dari manusia, yang justru mengharapkan rizki-Mu, atau memohon belas kasihan dari hamba-hambamu yang jahat. Atau tertimpa bala’ sehingga memuji siapa yang memberiku atau mencela siapa yang menolakku. Sedangkan Engkau, Engkaulah yang ada di balik semuanya itu, yang sebenarnya memberi atau menolak. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah yang Mahakuasa atas segala-galanya.

Allahumma, Engkaulah yang paling dekat menghibur para wali-Mu, yang paling menjamin kecukupan bagi siapa saja yang bertawakkal kepada-Mu. Engkau melihat sampai ke lubuk hati mereka, menembus jauh ke dalam nurani mereka. Semua rahasia mereka telanjang dihadapan Engkau, semua bisikan hati mereka mendamba dan mengharap dari-Mu. Bila tersiksa dengan keterasingan, mereka terhibur dengan sebutan-Mu. Dan bila tercurah atas mereka aneka ragam musibah, mereka pun berlindung kepada-Mu. Mereka sungguh-sungguh mengerti bahwa kendali atas segalanya ada di tangan-Mu, sebagaimana pula bahwa segala kemunculannya berasal dari ketentuan-Mu.

Allahumma, bila aku tak mampu mengutarakan permohonanku, atau tak mampu melihat keinginanku, tunjukilah aku sesuatu sejauh yang akan mendatangkan maslahat bagiku. Sebab, itu semua bukanlah hal yang menakjubkan jika ada di antara jalan-jalan hidayah-Mu, bukan pula itu adalah sesuatu yang baru diantara kekuasaan-kekuasaan-Mu.

Allahumma, sikapilah daku dengan ampunan-Mu, dan jangan perlakukan aku dengan keadilan-Mu.”

* Doa Ali bin Abi Thalib r.a., dari Nahjul Balaghah, dengan diedit seperlunya.

Doa Ali bin Abi Thalib ra.

10 thoughts on “Doa Ali bin Abi Thalib ra.

  1. asih says:

    “Allahumma, sikapilah daku dengan ampunan-Mu, dan jangan perlakukan aku dengan keadilan-Mu.””

    Mas Herry, saya kurang paham dengan “jangan perlakukan aku dengan keadilan-Mu.””

    Mohon penjelasannya..

  2. Jika Allah mengedepankan keadilan-Nya, maka setiap kesalahan dan kekhilafan akan langsung diberi balasan yang setimpal, saat itu juga. Padahal tak ada satu pun manusia yang bebas dari kesalahan, yang selalu benar seratus persen.

    Yang membuat Allah menunda, menunggu permohonan ampun adalah sifat Maha Penyayang dan Maha Pengampun-Nya.

  3. “Yang membuat Allah menunda, menunggu permohonan ampun adalah sifat Maha Penyayang dan Maha Pengampun-Nya.”

    subhanallah…
    sejujurnya sangat susah menyadari hal itu, sebab setiap kali berdoa kita selalu berharap dikabulkannya. Jika doa-doa itu tak terkabul juga maka kebanyakan dari kita akan men-jugde bahwa Allah tak menyayanginya. Include me…:oops:
    terima kasih tulisannya. bukan hanya patut untuk dibaca tapi sangat pantas direnungkan juga seperti apa ketika kita berdoa.
    Mengharap keridhoannya tanpa berburuk sangka ataukah berdoa saat kita ingin sesuatu saja (fyuuuh…im still do the last sentence ‘ pray for something i want )

  4. razuka says:

    @ Mas Her..bagaimana menurutmu..yg saya fahami secara hakekat bahwa DOA sekalipun tdk punya ta’sir (Kodrat dan Iridat )sehingga saya tdk berdoa, lagipula seakan-akan allah tdk maha konsep, bukankah segala hal yg terkait akan lahirnya seorg anak manusia sudah disertakan dgn segala yg menyangkut kehidupannya hingga dia mati :lol::mrgreen: salam kenal

  5. ISH says:

    Salam…saya kurang jelas tentang paragraph di bawah…mohon penjelasannya…terima kasih…

    “Allahumma, bila aku tak mampu mengutarakan permohonanku, atau tak mampu melihat keinginanku, tunjukilah aku sesuatu sejauh yang akan mendatangkan maslahat bagiku. Sebab, itu semua bukanlah hal yang menakjubkan jika ada di antara jalan-jalan hidayah-Mu, bukan pula itu adalah sesuatu yang baru diantara kekuasaan-kekuasaan-Mu.”

  6. Wa salaam,

    Maksudnya,

    Ya Allah, jika aku tak tahu lagi harus meminta apa, atau tak mampu lagi mendefinisikan keinginanku sendiri, maka perjalankanlah aku ke mana saja yang Kau tahu akan membawa kebaikan bagiku. Sebab hal-hal seperti itu sama sekali bukan keajaiban jika terjadi pada mereka yang menempuh jalan-jalan yang Engkau tunjuki, dan bukan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya (sudah sesuatu yang lumrah terjadi) bagi kekuasaan-Mu (tidak ada yang ajaib dan mengherankan jika dilihat bahwa Dia Mahakuasa).

  7. @Arif: salam kenal😉

    @Razuka: saya paling malas membicarakan takdir😉 tapi bagi saya inti doa butuh/nggaknya, tapi pembuktian kita ‘mendekatkan diri kepada Allah’ (rajin menyapa-Nya).

    @Iis: ‘Suluk’ adalah bahasa arab, dari ayat qur’an “Fasluki subula rabbiki zululan” (tempuhlah jalan [Allah] yang dimudahkan bagimu) di surat An-Nahl. Kalo maksudnya bahasa arab dari naskah di atas, silahkan dilihat di Nahjul Balaghah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s